NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Memanasnya situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah membuat Dewan Pendidikan Kabupaten Banjar meminta pemerintah daerah meningkatkan pemantauan terhadap mahasiswa asal Banjar yang sedang menempuh pendidikan di wilayah tersebut.
Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Banjar, Ahmad Sarwani mengatakan, saat ini terdapat puluhan mahasiswa asal Banjar yang belajar di Timur Tengah melalui program beasiswa pemerintah daerah maupun secara mandiri.
Ia menyebutkan, setidaknya ada sekitar 49 mahasiswa penerima beasiswa Pemkab Banjar sejak 2023 yang kini menempuh pendidikan di beberapa negara, seperti Mesir dan Yaman.
“Jumlahnya sekitar 49 orang yang mendapat beasiswa sejak 2023. Mereka tersebar di Mesir, khususnya di Universitas Al-Azhar, dan sebagian di Yaman,” ujarnya, Selasa (10/03/2026).

Sarwani mengatakan, di luar mahasiswa penerima beasiswa tersebut, masih ada sejumlah pelajar asal Banjar lainnya yang menempuh pendidikan secara mandiri di kawasan Timur Tengah.
Pihaknya berharap pemerintah daerah dapat membentuk tim terpadu yang menjadi satu pintu komunikasi untuk memantau perkembangan dan kondisi para mahasiswa tersebut.
Menurutnya, langkah ini penting agar pemerintah daerah dapat memperoleh informasi secara cepat terkait situasi para pelajar Banjar di luar negeri, terutama jika kondisi keamanan berubah sewaktu-waktu.
“Perlu ada tim terpadu yang menjadi satu pintu komunikasi untuk memantau perkembangan anak didik kita di sana,” jelasnya.
Sarwani mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima hingga saat ini kondisi para mahasiswa asal Banjar di Timur Tengah masih dalam keadaan aman.
“Alhamdulillah dari informasi yang kami terima, mereka dalam keadaan baik-baik saja. Namun situasi di kawasan itu memang sedang tidak menentu,” katanya.
Ia mengungkapkan, pemerintah daerah juga perlu menjalin komunikasi intensif dengan pihak kedutaan besar Indonesia di negara tempat para mahasiswa tersebut belajar, seperti di Mesir maupun Yaman.
Langkah tersebut dinilai penting sebagai bagian dari upaya antisipasi jika sewaktu-waktu terjadi situasi darurat yang berdampak pada keselamatan para mahasiswa.
“Minimal kita terus memantau melalui kedutaan besar yang ada di sana,” ujarnya.
Sarwani menegaskan para mahasiswa tersebut merupakan aset daerah yang diharapkan kelak dapat kembali dan memberikan kontribusi bagi pembangunan Kabupaten Banjar.
Ia berharap keselamatan serta kondisi mereka tetap menjadi perhatian pemerintah daerah.
“Apapun mereka adalah harapan besar daerah. Setelah lulus nanti mereka diharapkan bisa memberikan manfaat bagi Kabupaten Banjar,” pungkasnya.(nw)
