KWT Galuh Mandiri Banjarbaru: Inovasi Pertanian di Lahan Sempit, Contoh untuk Daerah Lain

5 November 2025
Bimtek di KWT Galuh Mandiri Banjarbaru, Dibuka Kepala DKP3 Banjarbaru. (Foto: Ari/Newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Kelompok Wanita Tani (KWT) se-Kota Banjarbaru mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) di KWT Galuh Mandiri, RT 50, Kelurahan Guntung Manggis, Rabu (5/11/2025).

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Banjarbaru Yajid Bustomi, yang menekankan pentingnya pemanfaatan lahan terbatas di Banjarbaru untuk ketahanan pangan.

“Kita di Banjarbaru hanya memiliki lahan 8 ribu hektar untuk pertanian. Dibandingkan daerah lain, ini sangat kecil. Namun, dengan lahan yang sedikit ini, kita mencakup semua kebutuhan,” ujar Yajid Bustomi.

Yajid juga memuji keberlangsungan kegiatan di KWT Galuh Mandiri yang dinilai sangat lengkap dan berkelanjutan. Ia berharap, kegiatan ini dapat menjadi percontohan dan terus berlanjut, tidak hanya untuk menjaga ketahanan pangan keluarga tetapi juga sebagai ajang silaturahmi.

~ Advertisements ~

“Di setiap jalur di sini ada dasawisma. Selain budidaya tanaman pangan dan hortikultura, kalau bisa juga tanaman toga-nya juga dikembangkan,” tambahnya.

Yajid berharap ibu-ibu KWT dapat menanam tanaman obat dan membentuk demplot kecil. Selain pemasaran dan pengolahan, ia juga berharap ada tempat khusus untuk budidaya. Pemanfaatan lahan-lahan yang tidak berfungsi di lingkungan sekitar juga menjadi fokus, agar lahan tersebut tidak menjadi sarang ular tetapi menjadi lahan produktif.

“Mudahan tiap minggu hasil pengolahan KWT bisa dipasarkan di satu tempat yang sebagian anggotanya membeli, jadi saling tukar dengan sesama anggota,” harapnya.

Dalam kesempatan tersebut, juga diadakan bimbingan teknik pembuatan tepung mocaf dari ubi kayu.

“Alhamdulillah hari ini ada bimbingan teknik pembuatan tepung mocaf. Mudah-mudahan ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk pengembangan tepung mocaf di Kota Banjarbaru,” kata Yajid.

Ia juga berpesan kepada seluruh KWT untuk memanfaatkan lahan pekarangan yang belum difungsikan guna menjaga ketahanan pangan di Kota Banjarbaru, sesuai dengan arahan Ibu Wali Kota Banjarbaru. Pemanfaatan lahan ini diharapkan dapat menjaga inflasi dan meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Jaga kekompakan, kebersamaan, dan keberlanjutan,” pungkasnya. *(nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog