NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Rasa prihatin terhadap masih terbatasnya fasilitas pendidikan anak usia dini di kawasan perumahan menjadi latar belakang berdirinya PAUD Islam Terpadu Nurul Fikri Liang Anggang. Sekolah yang berfokus pada pendidikan Al-Quran dan pembentukan karakter islami itu resmi melaksanakan trial class perdana pada Rabu (20/05/2026).
PAUD Islam Terpadu Nurul Fikri beralamat di Komplek Kurnia Citra 1 Nomor 19, Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kecamatan Liang Anggang. Dalam kegiatan trial class, anak-anak diperkenalkan dengan berbagai aktivitas belajar sambil bermain, termasuk mengenal ruang-ruang kelas yang didesain ramah anak dan lebih banyak difungsikan sebagai ruang bermain edukatif.
Pembina PAUD IT Nurul Fikri, Mardiana yang juga anggota Komisi I DPRD Kota Banjarbaru, menjelaskan ide mendirikan PAUD muncul setelah melihat keterbatasan ruang belajar saat kunjungan anggota dewan ke SD Laura.

Kondisi tersebut membuat pihak yayasan terinspirasi untuk menghadirkan fasilitas pendidikan baru, terutama di kawasan perumahan yang terus berkembang.
“Melihat banyaknya perumahan dan masih kurangnya sekolah PAUD, bahkan sampai tingkat SD dan SMP, kami ingin menghadirkan lembaga pendidikan yang bernuansa islami dan mengenalkan Islam sejak usia dini,” ujarnya.
Menurutnya, pendidikan di PAUD Nurul Fikri menitikberatkan pada pengenalan dasar-dasar Islam seperti huruf hijaiyah, Al-Quran, hingga pembentukan karakter anak.

Untuk memenuhi kebutuhan belajar mengjara tenaga pendidik yang tersedia terdiri dari dua guru PAUD, satu kepala sekolah, dan satu admin.
“Namun melihat antusiasme masyarakat, yayasan berencana kembali menambah dua tenaga pengajar baru menjelang tahun ajaran baru,”tambahnya.
Mardiana juga mengatakan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar, yayasan juga memberikan keringanan biaya bagi warga RW 03, potongan biaya diberikan sebesar 50 persen untuk infak pengembangan dan pembangunan, serta diskon 30 persen untuk infak rutin bulanan.
“Keringanan tersebut kami berikan kepada orang tua yang anaknya mau sekolah di PAUD kami namun secara ekonomi masih rendah,” jelasnya.
Kepala Sekolah PAUD IT Nurul Fikri, Astri Hidayah, mengatakan angkatan pertama sekolah tersebut memiliki 11 siswa aktif, sementara peserta yang mengikuti trial class berjumlah 17 anak, dengan enam peserta lainnya berhalangan hadir.
“Alhamdulillah antusias calon siswa cukup baik, semoga setelah kegiatan ini dan memasuki ajaran baru siswa semakin bertambah,” ucapnya.
Terpisah Ketua Yayasan PAUD IT Nurul Fikri, Dianita Anggraini, menegaskan seluruh tenaga pengajar dipersiapkan secara profesional dengan kualifikasi minimal sarjana atau S1.
“Orang tua tidak salah memilih memasukkan anaknya ke PAUD Nurul Fikri karena kami menyiapkan tenaga pendidik yang profesional dan berkualitas,” katanya.
Selain layanan pendidikan, PAUD IT Nurul Fikri juga menghadirkan program penitipan anak atau “Day Care” untuk membantu masyarakat yang harus meninggalkan anak karena bekerja. Program ini melayani anak usia mulai dua tahun.
“Selain layaanan Day Care PAUD mempunyai kelas Kelompok Bermain, TKA A, TKB B. Dalam satu rombongan belajar, minimal terdapat 10 anak untuk jenjang TK dan lima anak untuk kelompok bermain,”ujarnya.
Untuk diketahui, tidak hanya fokus pada peserta didik, pihak yayasan juga rutin memberikan pembinaan kepada para guru PAUD melalui kegiatan siraman rohani setiap hari Sabtu. Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat mental dan keikhlasan guru dalam mendidik anak, sekaligus menjadi ajang evaluasi bersama.(nw)
