NEWSWAY.CO.ID, JAWA TENGAH – Suasana khidmat bercampur meriah menyelimuti Desa Pekuncen Kecamatan Jatilawang, warga setempat sukses menggelar tradisi tahunan Sedekah Bumi dan Ruwat Bumi yang dipuncaki dengan pagelaran wayang kulit, pada Selasa Kliwon (28/04/2026).
Acara yang dipusatkan di lingkungan RW 06, Ketua Pelaksana, Bagus Tirta Leksana sekaligus Ketua RW 06 Desa Pekuncen, menghadirkan dalang Sarwin Hadi Warsito , yang membawakan filosofis “SEDEKAH BUMI”.
“Alhamdulillah pagelaran ini sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan atas hasil bumi, Masyarakat banyak yang hadir dan memadati lokasi sejak pagi hari untuk menyaksikan rangkaian kegiatan sebagai warisan budaya leluhur,” terangnya.

Bagus juga mengatakan, kegiatan sedekah bumi bukan sekadar hiburan, melainkan simbol rasa syukur kolektif masyarakat atas melimpahnya hasil bumi.
“Semoga tahun-tahun mendatang panen akan semakin baik,” ucapnya.
Karso S.Pd, Kades Pekuncen hadir yang langsung dalam acara tersebut bersama Budayawan Kanjeng Prof (HC) Dr Dimas Sastronagoro, Kang Anwar pemerhati Budaya Banyumasan, terlihat berbaur akrab dengan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Karso menegaskan bahwa sedekah bumi adalah agenda rutin yang memiliki fungsi sosial dan budaya yang kuat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menjaga tradisi sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat. Wayang kulit menjadi salah satu media yang efektif untuk melestarikan budaya sekaligus memberikan hiburan bagi warga,” ungkapnya disela-sela acara.
Selain sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, kegiatan tersebut, menururt Karso diharapkan menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar tetap mencintai nilai-nilai budaya lokal.
“Ditengah gempuran zaman, budaya semakin tersisihkan, semoga dengan kegiatan semacam ini generasi muda tetap mencintaibudaya. Satu hal yang penting dari kegiatan ini semangat gotong royong sangat tercermin ini membuktikan bahwa identitas adat di Desa Pekuncen masih terjaga dengan sangat kokoh.(nw)
Reporter : Suho
