NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Masyarakat Kota Banjarbaru di sejumlah kawasan mulai merasakan efek dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah.
Pada pagi hari masyarakat banyak yang mengeluhkan bau asap menyengat hingga mengganggu pernafasan, itu dirasakan salah seorang warga Jalan Makmur, Liang Anggang, Muhammad Hedi.
Ia mengaku kalau sudah sekitar satu pekan ini, setiap pagi mulai pukul 05.00 wita bau asap kebakaran menyengat sekali hingga mengganggu aktivitas di luar rumah.
“Sudah beberapa hari ini bau asap cukup menyengat, udara jadi tidak enak. Apalagi tidak ada hujan turun sekitar dua bulan, kalau ini terus berlanjut bukan tidak mungkin banyak masyarakat yang terserang sakit saluran pernafasan,” ujarnya, Sabtu (18/07/2026) pagi kepada newsway.co.id.
Hal serupa ternyata juga dirasakan warga Guntung Manggis Banjarbaru, Puput seorang ibu rumah tangga juga mengeluhkan kondisi kabut asap yang terjadi menjelang senja dan dini hari.
“Sudah air sumur surut ditambah lagi kabut asap,kalau begini terus kasihan anak-anak karena akan berimbas pada sakit pernafasan,” jelasnya kepada newsway.co.id pada Jumat petang.
Sementara itu beberapa waktu lalu, Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby sudah menetapkan Status Siaga Keadaan Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta Kekeringan Tahun 2026, hal itu dinyatakan dalam sebuat Rapat Koordinasi dengan sejumlah instansi.
“Hari ini kita sepakat menetapkan status siaga karhutla untuk Kota Banjarbaru. Yang paling penting adalah bagaimana kita terus menjaga sinergi dan kolaborasi seluruh pihak agar upaya pencegahan maupun penanganan berjalan maksimal,” ujarnya, Rabu, (16/07/2026).
Sementara BPBD Kalsel merilis data karhutla hingga Jumat (17/7/2026) pukul 10.30 WITA bisa menjadi gambaran perkembangan karhutla sepanjang musim kemarau tahun 2026 di Kalimantan Selatan, Kota Banjarbaru mencatat 52 kejadian atau sekitar 60 persen dari total kasus karhutla yang terjadi. (nw)
