Menhut Raja Juli : “Penanganan Karhutla Kalsel Baik”, Gubernur Minta Maaf kepada Masyarakat

13 Oktober 2026
Menteri Kehutanan Ri, Raja Juli Anthoni didampingi Gubernur Kalsel H MUhidin dan Wakapolda Kalsel Brigjen Noviar SIK saat mengunjungi Hutan Lindung Liang Anggang. (Foto : ist/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Kondisi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan masih cukup masif, Menteri Kehutanan (Menhut) RI, Raja Juli Antoni kembali mengunjungi Kalimantan Selatan, salah satu titik kunjungannya yaitu Hutan Lindung Liang Anggang, Banjarbaru, Senin (12/10/2026).

Dalam kunjungannya, Raja Juli mengatakan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalsel masih baik jika dibanding provinsi tetangga, namun Raja Juli tidak mendetailkan berapa jumlah titik panas di Kalsel.

“Sampai hari ini (kemarin_red) Alhamdulillah Kalsel angka hotspot-nya terbaik di Kalimantan. Kita masih punya tantangan di Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan Barat (Kalbar),” ungkapnya kepada sejumlah media.

Namun, Raja Juli meminta Pemprov Kalsel agar tidak terlena, karena berdasarkan perkiraan BMKG, hujan baru mengguyur Kalsel pada dasarian kedua atau pertengahan November 2026, atau masih ada satu bulan lagi untuk berjibaku menangani karhutla.

“Apabila kita lengah, kita tahu Kalsel salah satu daerah basisnya gambut, maka kebakaran ini suatu waktu akan bisa meledak kembali,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Kalsel, Muhidin melalui Dinas Kehutanan mengerahkan 150 orang yang berpatroli baik di luar maupun di dalam, bahkan dalam penanganan karhutla di kawasan Hutan Lindung juga dibantu dengan relawan pemadam kebakaran (damkar) dari Kota Banjarmasin.

“Hari ini kita meninjau di sini, sekitaran ini adalah hutan lindung, tadi kita lihat bolak-baliknya water bombing untuk memadamkan api, untuk di hutan lindung ini dijaga, kami rutin patroli,” tuturnya.

Muhidin juga menyampaikan permintaan maafnya kepada masyarakat khususnya netizen, karena tak dapat banyak membantu penanganan karhutla di seluruh wilayah Kalsel, ia beralasan, penanganan karhutla fokus pada ring satu Bandara Internasional Syamsudin Noor.

“Jadi kami mohon maaf kepada netizen, kita tidak bisa membantu seluruh Kalsel, saat ini kita masih konsentrasi dan menjaga ring satu yang dekat bandara,” katanya.

Muhidin menjelaskan kawasan ring satu yang dimaksud mencakup Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten Barito Kuala, ia menekankan konsentrasi penanganan karhutla ada di Kota Banjarbaru.

“Kita sangat prihatin juga dengan Barito Kuala, saat ini siang malam selalu harus di jaga karena sewaktu-waktu api akan muncul. Jadi sekali lagi kami mengucapkan kepada rekan-rekan wartawan, mudah-mudahan apa yang dikatakan Menteri pertengahan November nanti ini ada hujan,” jelasnya.

Muhidin memastikan pihaknya tidak mengabaikan, seluruh 13 kabupaten dan kota se-Kalsel dalam penanganan karhutla.

Ia telah menginstruksikan bupati untuk berkoordinasi dengan gubernur jika dana bantuan presiden untuk penanganan karhutla sudah habis, sehingga Pemprov dapat menyuplai sesuia kebutuhan.

“Kemarin Barito Kuala mereka butuh solar, kita bantu solar, kita selalu memperhatikan, tapi kita koordinasi sama bupati dan wali kota. Jadi tidak menutup kemungkinan yang lain-lain kita bantu,” tutupnya.(nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog