Menilik Industri Hiburan di Kota Banjarmasin, Antara Peluang dan Harapan

21 Maret 2025
Dadlight Band saat mengisi acara di salah satu restoran di Kota Banjarmasin. (Foto: Fahmi/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, BANJARMASIN – Kota Banjarmasin tak kalah mempunyai talenta di industri hiburan atau entertainment baik usia muda hingga dewasa.

~ Advertisements ~

Beberapa bidang hiburan yang menonjol pertama ada di musik, ya perkembangan industri musik di Kota Seribu Sungai sudah terlihat walaupun belum bisa menandingi daerah Jawa atau Jakarta.

~ Advertisements ~
~ Advertisements ~

Munculnya sejumlah band lokal menandakan ada keseriusan dalam hal memajukan industri permusikan di Kota Banjarmasin.

Misalnya saja ada Dadlight Band yang merupakan sekumpulan Abah yang ingin terus bersinar lewat karya musiknya.

Profil Band
Dibentuk sejak Desember 2020 lalu, band beraliran Pop Alternatif ini telah mengeluarkan total dua single yang mengudara di platform Spotify dan Youtube.

Single pertama rilis di tahun 2021 berjudul ‘Percayalah’, sebuah lagu yang menceritakan seorang pasangan yang ingin pasangannya memiliki rasa percaya dengan dirinya.

Talenta belia yang tampil dalam lomba Fashion Show Muslim. (Foto: Fahmi/newsway.co.id)

Sementara single kedua rilis di tahun 2022 berjudul ‘Inginku’, menceritakan seorang pasangan yang ingin dicintai oleh pasangannya.

Dari karya-karyanya tersebut, tak ayal Dadlight Band seringkali tampil baik itu regular maupun high season.

Salah satu personil, Denny menjelaskan, filosofi nama Dadlight diambil dari dua kata Bahasa Inggris ‘Dad’ yang berarti ayah atau orang Banjar mengenalnya dengan sebutan Abah sementara ‘Light’ bermakna cahaya.

“Walaupun kita sudah jadi abah tapi kita pengen tetap bercahaya dan bisa berkarya,” kata Denny, Minggu (9/3/2025).

Seniman dari XYZ Entertainment Banjarmasin, Regi saat diwawancarai. (Foto: Fahmi/newsway.co.id)

Ya, salah satu keunikan dari band lokal ini adalah semua personilnya sudah menjadi seorang ayah.

Kemudian Drummer Dadlight itu menambahkan, meskipun umur tidak ada yang tau sampai kapan, pihaknya akan terus berkarya selagi mereka bisa.

“Kesempatan kita tidak tau sampai kapan jadi selagi masih bisa kami akan terus berkarya sampai kami sudah tidak bisa,” sambung Denny.

Musisi asal Kota Banjarmasin, Denny (Kiri) bersama rekannya saat diwawancarai. (Foto: Fahmi/newsway.co.id)

Sebagai salah satu pelopor band, Denny mengaku latar belakang dirinya dan teman-teman lain memang ada di musik sehingga membuatnya berinisiatif membentuk sebuah band.

“Kita memang hobi musik dan kita punya karya jadi sayang aja kalau tidak dikembangkan dan disampaikan kepada pendengar,” ungkapnya.

Selain itu ujar Denny, timnya sudah menggeluti dunia band sejak SMP sampai sekarang, maka akan sangat disayangkan apabila mereka tidak punya karya original.

Band yang tergabung dalam Komunitas Seniman Banua Kalsel ini beranggotakan 5 orang personil yang terdiri atas 1 vokalis, 1 bassist, 2 gitaris dan 1 drummer.

Disinggung soal rencana buat single baru, Denny menjawab pihaknya sebenarnya sudah ada rencana mengeluarkan single baru di tahun-tahun sebelumnya namun terkendala berbagai hal.

“Sebenarnya ada dua single di tahun 2024, tapi karena keterbatasan waktu dan mobilitas kita yang lumayan cukup padat jadi kita tunda dulu,” jelasnya.

Lantas, target utama band-nya di tahun 2025 ini tidak lain adalah menghasilkan single baru dan terus berkomitmen untuk terus berkarya di industri musik Banua.

Tantangan dan Harapan
Menurut Denny, tantangan terbesar jika ingin berkancah di dunia musik utamanya di Kota Seribu Sungai ini adalah tidak tersedianya perusahaan rekaman lokal.

Hal ini berbeda jauh jika berkaca pada daerah Metropolitan seperti Jakarta yang banyak memiliki perusahaan rekaman ternama.

“Perbedaanya adalah ruang lingkupnya, kalau di Jakarta dekat dengan perusahaan rekaman nah kalau kita karena tidak ada jatuhnya independen,” tuturnya, Minggu (9/3/2025).

Lantas, kondisi ini kata Denny membuat bandnya harus bisa serba mandiri apabila ingin menghasilkan suatu karya.

“Harus ngerekam sendiri, promosi sendiri, harus menyiapkan dari A sampai Z sendiri,” jelasnya.

Kemudian Ia menambahkan, kalaupun ada ujarnya hanya sebatas home industri bukan perusahaan rekaman seperti yang ada di luar.

“Mereka punya alat untuk merekam tapi sebatas rumah industri bukan komersil seperti di Jakarta,” terang Denny.

Selain itu, dikatakan oleh Denny, wadah atau panggung di Kota Banjarmasin sendiri masih kurang.

Dengan demikian, Denny berharap kedepannya agar semakin banyak pihak yang bisa memfasilitasi bandnya untuk berkarya.

“Terus pemerintah juga bisa mendukung misalnya band komersil seperti kita itu bisa bantu dipromosikan ke nasional,” ungkapnya.

Baginya, band-band lokal yang merintis karir sendiri mestinya diangkat sehingga Industri Musik Banua pun bisa lebih berkembang dan bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.

Talenta Belia Fashion Show
Selain musik, bidang hiburan lain yang berpotensi di Kota Banjarmasin adalah Fashion Show.

Jika talenta musik sebelumnya didominasi usia dewasa, berbeda dengan fashion show yang punya bakat sedari usia belia.

Hal itu diungkapkan oleh seniman lokal, Regi saat menjadi juri dalam lomba Fashion Show Muslim di Jumpa Square, pada Minggu (9/3/2025).

Menurutnya, dunia Fashion Show di Kota Banjarmasin saat ini sudah lumayan berkembang sebab banyak wadah yang memfasilitasi generasi muda dalam mengasah bakat di bidang ini.

“Banyak agensi di Kota Banjarmasin khususnya untuk model yang mewadahi mereka untuk terus meningkatkan skill nya,” kata Egi sapaan akrabnya.

Selain itu, pria yang bekerja di XYZ Entertainment Banjarmasin ini menjelaskan, kehadiran pelatih profesional turut membantu anak muda untuk belajar menjadi model.

“Saya lihat mereka menempa anak-anak didik untuk selalu berprogres tidak di kancah lokal saja tapi juga nasional,” terang Egi.

Lantas Ia berharap kedepannya agar semakin banyak event-event berkaitan dengan dunia entertainment baik itu fashion show, model, dancer, dan sebagainya yang bisa melahirkan talenta baru mulai usia anak-anak hingga dewasa.

“Semoga bisa lebih sering diadakan bahkan tiap minggu supaya mereka punya kesempatan untuk menggali potensinya,” pungkas Egi.

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog