Menjelajah Doyam Tangkolapan: Surga Tersembunyi Bertingkat Delapan di Perbatasan Brewe dan Lombok

14 November 2025
Teluk Bidara di sebelah air terjun Doyam Tangkolapan yang kedalaman airnya cukup tinggi dan berwarna biru jernih (Foto : Warga Lokal/newsway.co.id)

Bagi para pecinta petualangan alam, Doyam Tangkolapan bisa menjadi destinasi yang wajib masuk daftar jelajah berikutnya. Terletak di perbatasan Desa Brewe dan Desa Lombok, Kecamatan Long Ikis, lokasi ini menyuguhkan pesona air terjun alami bertingkat delapan dengan panorama hutan hijau yang masih sangat asri.

Perjalanan menuju Doyam Tangkolapan memang bukan untuk mereka yang sekadar ingin bersantai. Dari jalan poros utama, pengunjung masih harus menempuh sekitar dua jam perjalanan dengan sepeda motor, dilanjutkan dengan traking sekitar empat jam menuju lokasi air terjun utama.

Medan perjalanan cukup menantang, jalanan tanah yang bergantung pada kondisi cuaca, kadang kering berdebu, kadang licin berlumpur, namun keindahan yang menanti di ujung perjalanan membuat setiap langkah terasa berharga.

“Sepanjang perjalanan, kita disuguhi pemandangan hutan yang hijau dan udara yang sejuk. Ada juga sungai jernih yang harus diseberangi sebelum sampai ke titik air terjun besar,” ujar Ahmad Fajri Rahman, warga lokal setempat.

~ Advertisements ~

Menurutnya, air di Doyam Tangkolapan begitu jernih hingga bisa diminum langsung dari sumbernya. Air terjunnya memiliki ketinggian antara 8 hingga 10 meter, mengalir alami dari atas, menciptakan suara gemericik yang menenangkan dan memantulkan cahaya matahari menjadi pelangi kecil di sela kabut air.

Nama “Doyam Tangkolapan” sendiri diyakini berasal dari delapan tingkatan air terjun yang mengalir berturut-turut dari hulu ke hilir. Setiap tingkatnya memiliki keunikan tersendiri, mulai dari kolam dangkal yang cocok untuk berendam, hingga tebing batu alami yang menjulang menantang.

Bagi yang ingin berkunjung, disarankan untuk memulai perjalanan sekitar pukul 10 pagi, agar waktu eksplorasi dapat dikelola dengan baik. Jalur menuju lokasi kini sudah memiliki beberapa penanda arah, meski wisatawan tetap disarankan untuk didampingi warga lokal atau pemandu berpengalaman, mengingat medan yang belum sepenuhnya ramah untuk pemula.

Selain air terjun, tak jauh dari area tersebut juga terdapat Teluk Bidara, spot alami dengan air berwarna biru jernih dan kedalaman cukup tinggi. Lokasi ini cocok untuk bersantai menikmati panorama alam, meski wisatawan diimbau berhati-hati jika tidak mahir berenang.

“Kalau ke sana, sebaiknya bawa logistik dari luar. Di jalur menuju air terjun belum ada warung atau tempat istirahat permanen,” ujar Fajri.

Bagi penikmat alam sejati, Doyam Tangkolapan bukan sekadar destinasi wisata, melainkan perjalanan spiritual menuju keheningan dan keindahan alam yang belum tersentuh banyak tangan. Di tengah rimbunnya pepohonan dan gemuruh air terjun, pengunjung akan menemukan ketenangan yang sulit dicari di tempat lain.

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog