Menteri LH Turun Langsung Bersihkan Sampah di Banjar, Target Adipura 2026

Mentri LH RI didampingi Bupati Banjar dan Wakil Bupati Banjar bersihkan sampah di area Pasar Bauntung Batuah Martapura (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq memimpin langsung apel sekaligus aksi bersih-bersih di kawasan Taman Cahaya Bumi Selamat (CBS), Kabupaten Banjar, Senin (20/04/2026).

Kegiatan dilanjutkan dengan kerja bakti menuju Pasar Batuah sebagai bentuk percepatan penanganan persoalan sampah yang masih menjadi tantangan di daerah tersebut.

Aksi ini sekaligus menjadi penegasan komitmen bersama antara pemerintah pusat dan daerah dalam membenahi sistem pengelolaan sampah, serta mendorong Kabupaten Banjar kembali meraih penghargaan Adipura.

~ Advertisements ~

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq menekankan, persoalan sampah bukan sekadar isu lingkungan, melainkan bagian dari fondasi pembangunan nasional.

“Kalau kita ingin Indonesia maju, persoalan mendasar seperti sampah harus diselesaikan terlebih dahulu,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, produksi sampah di Kabupaten Banjar mencapai sekitar 365 ton per hari. Dari jumlah itu, sebagian besar telah tertangani dan masuk ke TPA Cahaya Kencana, namun masih ada sekitar seperempat yang belum dikelola optimal.

Ia mengungkapkan, tantangan ke depan bukan hanya pada pengangkutan, tetapi bagaimana mengurangi sampah sejak dari sumbernya, terutama sampah organik.

“Pengelolaan harus dimulai dari rumah tangga. Sampah organik sebaiknya tidak lagi dibawa ke TPA, tetapi diselesaikan di tingkat awal,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi langkah Pemkab Banjar yang telah menghentikan sistem open dumping sejak 2025 dan mulai beralih ke metode yang lebih ramah lingkungan, seperti controlled landfill.

Bupati Banjar, Saidi Mansyur menyatakan kesiapan daerahnya dalam meningkatkan kualitas pengelolaan sampah secara menyeluruh.

Ia menyebut, berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari penguatan anggaran, peningkatan fasilitas, hingga pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan sampah berbasis ekonomi.

“Target kami jelas, Banjar bisa kembali meraih Adipura dengan perbaikan nyata di lapangan,” ujarnya.

Saidi mengungkapkan, keterlibatan masyarakat menjadi kunci penting, terutama dalam membangun kebiasaan memilah sampah dari rumah.

“Pendekatan tersebut tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” tuturnya.

Kegiatan ini turut melibatkan berbagai unsur, mulai dari jajaran pemerintah daerah, pelajar hingga komunitas, sebagai bagian dari gerakan bersama menuju lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.(nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog