NEWSWAY.CO.ID, KOTABARU – Di tengah pesatnya dinamika pembangunan di Kabupaten Kotabaru, Desa Tarjun sukses menyita perhatian publik.
Desa yang berada di wilayah ring satu industri PT Indocement Tunggal Prakarsa (ITP) Tbk ini bertransformasi menjadi percontohan (role model) tata kelola pemerintahan desa yang transparan, partisipatif, dan visioner.
Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Suriyadi, Tarjun tidak sekadar memosisikan diri sebagai desa penyangga kawasan industri, melainkan tumbuh menjadi desa berdikari yang mandiri dalam menentukan arah pembangunannya.
Suriyadi menegaskan bahwa fondasi utama kemajuan Desa Tarjun terletak pada akuntabilitas pengelolaan anggaran. Setiap rupiah baik yang bersumber dari Dana Desa (DD), Alokasi Dana Desa (ADD), maupun program Corporate Social Responsibility (CSR) pihak ketiga dikelola secara terbuka dan tepat sasaran.
“Kami tidak membangun dengan sistem top-down. Semua lewat musyawarah berjenjang, dari rembuk RT dan dusun, Musrenbangdes, hingga sinkronisasi dengan pihak perusahaan,” tegas Suriyadi.
Model ini memastikan program infrastruktur dan pemberdayaan benar-benar menjawab kebutuhan riil warga, bukan sekadar formalitas.
Menyadari dikelilingi industri besar, Pemdes Tarjun fokus pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) lokal agar tidak menjadi penonton.
Tahun 2026 menjadi tonggak penting dengan berdirinya SMK Indocement yang disiapkan untuk menjawab kebutuhan kejuruan dunia industri. Kolaborasi dengan korporasi lain seperti PT SMART Tbk juga direalisasikan melalui pelatihan Welder atau pengelasan bersertifikat bagi pemuda desa.
Bagi warga di luar jalur formal, Pemdes konsisten menggerakkan sektor UMKM sebagai motor kemandirian ekonomi keluarga.
Isu perubahan iklim dan ancaman kekeringan direspons cepat. Pemdes Tarjun telah memetakan program mitigasi krisis air bersih secara matang.
Melalui alokasi Dana Desa dan sinergi korporasi, pembangunan embung dan jaringan air bersih terus digenjot. Tahap awal menghubungkan embung ke jaringan Pamsimas, dan ditargetkan tuntas menjangkau rumah-rumah warga pada 2027.
Penguatan pasokan air didukung dua embung buatan dan optimalisasi danau di area publik perusahaan yang pengelolaannya diatur melalui Memorandum of Understanding (MoU) yang adil dan pro rakyat.
Tak ingin tertinggal, Tarjun kini bersiap menuju era Desa Digital. Terinspirasi dari studi tiru ke Desa Semayap yang telah sukses menerapkan digitalisasi, Pemdes Tarjun telah menganggarkan pengadaan Anjungan Digital Desa.
Program yang akan launching pada 2027 ini akan memangkas birokrasi. Warga cukup mengurus administrasi dan surat-menyurat melalui gawai dari rumah.
“Pelayanan harus cepat, mudah, dan transparan. Warga tidak perlu lagi bolak-balik ke kantor desa,” ujar Suriyadi.
Mengakhiri keterangannya, Suriyadi mengimbau seluruh warga untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau, terutama terkait pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta efisiensi penggunaan air bersih.
“Kami menyadari pemerintah desa memiliki keterbatasan. Namun dengan skema pelayanan yang terstruktur, koordinasi erat bersama para ketua RT, serta semangat gotong royong warga, mari kita bersama-sama membawa Desa Tarjun menjadi wilayah yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera,” pungkasnya.(nw)
Reporter : Rizal
