NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Kota Banjarbaru sangat serius dalam menuntaskan pengelolaan sampah sebagai bagian untuk mendukung gerakan Indonesia Asri yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto.
Sebagai bukti nyata, pada momentum perayaan Hari Jadi Kota banjarbaru ke 27 dilaksnakan deklarasi Gerakan Kilau Emas (Kelola dan Pilah Sampah untuk Banjarbaru Emas) yang digelar di Lapangan Dr Murdjani, Senin (20/4/2026), yang disaksikan secara langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup Dr Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P.
Kegiatan tersebut sebagai penanda pergeseran paradigma pengelolaan sampah Kota Banjarbaru yaitu pola “kumpul-angkut-buang” yang dominan dalam sistem persampahan.

Namun, pendekatan tersebut oleh Menteri LH dinilai tidak lagi memadai untuk menjawab tantangan volume sampah yang terus meningkat.
“Sejauh ini pemerintah Kota Banjarbaru sudah mengalokasikan anggaran cukup besar untuk pengelolaan sampah. Namun dengan kosep baru pilah dari hulu berharap kedepan persoalan sampah di Banjarbaru bisa dituntaskan,” ucapnya saat memberikan sambutan pada acara puncak Hari Jadi.
Menteri LH, Dr Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P sangat mengapresiasi deklarasi Kemilau Emas dalam rangka tranformasi pengelolaan sampah, ia juga mengharapkan Kota Banjarbaru sebagi pioner pengelolaan sampah di Kalimantan Selatan.
“Sebagai menteri tentu saya sangat semangat menyaksikan terobosan yang dilakukan ibu wali kota terkait rencana pengelolaan sampah. Beliau juga menyampaikan deklarasi itu jangan hanya seremonial tetapi harus menjadi kerja nyata, saya yakin kedepan persoalan sampah di Banjarbaru akan tuntas,” ucapnya.
Sementara itu, Wali Kota Banjarbaru menegaskan, Pemerintah kota Banjarbaru terus mendorong perubahan mendasar melalui pendekatan berbasis sumber yang menempatkan rumah tangga sebagai titik awal sekaligus kunci keberhasilan pengelolaan sampah.
Bahkan dalam berbagai kesempatan, Wali Kota Banjarbaru Hj Erna Lisa Halaby terus mendorong peran aktif camat dan lurah untuk menyelesaikan persoalan sampah dari sumber di wilayah masing-masing.
“Saat ini di Banjarbaru Utara, Banjarbaru Selatan, Liang Anggang, Landasan Ulin, hingga Cempaka, inisiatif pengelolaan sampah berbasis masyarakat mulai tumbuh, mulai dari penguatan bank sampah, edukasi pemilahan, hingga pengembangan sistem pengolahan skala lingkungan. Semoga dengan deklarasi ini kedepan pengelolaan sampah tingkat masyarakat akan terus masif,” ucapnya.
Wali Kota menegaskan gerakan Kilaun Emas menjadi bagian dari dukungan terhadap agenda nasional Indonesia Asri, sekaligus mempertegas posisi Banjarbaru sebagai kota yang serius membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Deklarasi tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, unsur pemerintahan dari camat dan lurah, lembaga kemasyarakatan seperti LPM, RT, dan RW, Tim Penggerak PKK, hingga kalangan akademisi, tenaga pendidik, pelajar, dan mahasiswa turut ambil bagian.
“Partisipasi juga datang dari pelaku usaha, sektor perhotelan, restoran, ritel, serta para praktisi bank sampah dan komunitas peduli lingkungan,” tambahnya.
Sekadar diketahui pembacaan deklarasi dipimpin oleh Camat Banjarbaru Utara Taufik Purwanto,isi deklarasi menegaskan komitmen untuk menjadi pelopor dalam pemilahan sampah dari sumber, menjadikan pemilahan sebagai budaya baru, serta mengelola sampah secara bertanggung jawab.
Selain itu, dicanangkan pula target terbentuknya bank sampah di setiap RW, kantor, perguruan tinggi, sekolah, dan unit usaha, gerakan Kilau Emas adalah upaya sistematis membangun ekosistem pengelolaan sampah yang inklusif dan berkelanjutan.(nw)
