Ngobrol Santai Dengan Prof Husaini, Bicara Posyandu dan PKK Kota Banjarbaru

by
31 Desember 2025
Staf Ahli Tim Pembina Posyandu Kota Banjarbaru, Prof Dr Husaini SKM M.Kes. (Foto : newsway.co.id)

Pemerintah Kota Banjarbaru terus memperkuat layanan berbasis keluarga dan masyarakat melalui pengembangan Posyandu enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM). Salah satu terobosannya adalah konsep “Posyandu Tanpa Dinding” yang kini mulai dijalankan. Berikut obrolan ringan newsway.co.id bersama Staf Ahli Tim Pembina Posyandu Kota Banjarbaru, Prof Dr Husaini SKM M.Kes.

Tanya:
Bagaimana kondisi Posyandu di Kota Banjarbaru saat ini?

Jawab:
Saat ini tercatat ada 179 Posyandu di Kota Banjarbaru. Dari hasil pengamatan dan analisis kami selama kurang lebih lima bulan terakhir, beberapa Posyandu bahkan telah meraih penghargaan tingkat Provinsi Kalimantan Selatan. Ini menunjukkan bahwa Posyandu Banjarbaru cukup aktif dan progresif.

Tanya:
Apa fokus pembinaan yang dilakukan Tim Pembina Posyandu Kota Banjarbaru?

~ Advertisements ~

Jawab:
Kami terus mendorong dan mensosialisasikan Posyandu enam bidang SPM, yang tidak hanya fokus pada kesehatan. Pembinaan dilakukan berjenjang mulai dari tingkat kota, kecamatan, hingga kelurahan, dengan koordinasi bersama SKPD dan stakeholder terkait.

Tanya:
Apa saja enam bidang SPM yang dimaksud?

Jawab:
Enam bidang SPM tersebut meliputi pendidikan, kesehatan, sosial, pekerjaan umum dan perumahan ruang (PUPR) dan permukiman, ketenteraman dan ketertiban umum, serta perlindungan masyarakat (kumham). Landasan hukumnya adalah Keputusan Menteri Dalam Negeri, sehingga Posyandu kini sejajar dengan lembaga kemasyarakatan lain seperti RT, RW, dan PKK.

Tanya:
Inovasi apa yang menjadi unggulan Posyandu Banjarbaru saat ini?

Jawab:
Salah satu kreativitas terbaru adalah hotline Posyandu berbasis enam bidang SPM yang aktif 24 jam. Melalui hotline ini, kader dan masyarakat dapat menyampaikan keluhan atau laporan terkait kesehatan, pendidikan, sosial, lingkungan, hingga ekonomi, yang kemudian diteruskan ke dinas terkait.

Tanya:
Apa yang dimaksud dengan “Posyandu Tanpa Dinding”?

Jawab:
Posyandu Tanpa Dinding berarti Posyandu tidak lagi terbatas pada kegiatan bulanan di satu tempat. Kader bersikap proaktif, melakukan pengamatan langsung di wilayahnya, dan merespons persoalan masyarakat kapan saja. Intinya, Posyandu hadir di tengah kehidupan masyarakat, bukan menunggu masyarakat datang.

Tanya:
Apakah konsep ini juga didukung secara akademik?

Jawab:
Ya, dalam waktu dekat kami akan meluncurkan buku ilmiah berjudul “Posyandu Tanpa Dinding”. Salah satu penyusunnya adalah Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Banjarbaru, H. Riandi Hidayat, SE, MM. Buku ini disusun berdasarkan refleksi lapangan serta rujukan jurnal nasional dan internasional, dan diharapkan menjadi tonggak sejarah baru Posyandu di Banjarbaru.

Tanya:
Bagaimana peran kepemimpinan dalam penguatan Posyandu ini?

Jawab:
Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Banjarbaru berperan sebagai top manager yang aktif memantau, membuka ruang komunikasi seperti hotline, serta memastikan pembinaan berjalan hingga ke tingkat kelurahan. Bahkan, struktur Posyandu Banjarbaru kini dilengkapi staf ahli untuk mempercepat pelaksanaan enam bidang SPM.

Tanya:
Berapa jumlah kader Posyandu di Banjarbaru?

Jawab:
Rata-rata terdapat 8 kader per Posyandu, sehingga totalnya lebih dari 1.400 kader. Sebagian besar sudah berpengalaman di bidang kesehatan, sementara lima bidang lainnya terus diperkuat melalui sosialisasi dan pendampingan.

Tanya:
Apa harapan ke depan dari program ini?
Jawab:

Harapannya, kesehatan masyarakat, pendidikan anak, kondisi sosial, hingga perekonomian warga dapat tumbuh bersama. Kader Posyandu dan PKK adalah garda terdepan pelayanan sosial, dan kami sangat mengapresiasi dedikasi mereka. Ini semua bagian dari upaya bersama membangun Banjarbaru sebagai Kota Idaman menuju Banjarbaru Emas.(nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog