NEWSWAY.CO.ID, PULANG PISAU – Reses Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Nyelong Inga Simon, bukan sekadar forum serap aspirasi. Melainkan diarahkan untuk memperkuat fondasi ekonomi keluarga serta membina generasi muda agar lebih produktif dan berdaya.
Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah Nyelong Inga Simon, menutup rangkaian reses perseorangan masa sidang pertama tahun 2025–2026 di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Pulang Pisau, Jumat (7/11/2025). Reses kali ini menjadi titik kesembilan sekaligus penutup setelah sebelumnya dilaksanakan di sejumlah desa dan rumah ibadah.
Nyelong menegaskan, reses tahap ketiga ini merupakan lanjutan dari dua reses sebelumnya yang bertujuan mengumpulkan dan menguji aspirasi masyarakat. Pada tahap ini, pihaknya melakukan pendataan berbasis keluarga untuk memperkuat dua program prioritas, yakni Gerakan Tanam Cabai Bebas Inflasi–Stop Stunting dan inisiasi Program Satu Keluarga Satu Sarjana.
“Pendataan menyasar 5.000 hingga 5.250 KK di Kapuas dan Pulang Pisau. Kami ingin memastikan setiap keluarga memiliki arah peningkatan kesejahteraan dan peluang pendidikan yang lebih baik,” ujar Nyelong.
Gerakan Tanam Cabai menggunakan varietas Tiung dan Taji Manuk Jagau, hasil kerja sama dengan Dinas Pertanian dan Lembaga Perempuan Dayak (LPD). Menurut Nyelong, menanam minimal 10 batang cabai bukan hanya mengurangi pengeluaran dapur, tetapi juga membuka peluang pemasukan jangka panjang karena tanaman dapat berproduksi hingga lima tahun.
“Ketahanan pangan rumah tangga adalah pintu masuk untuk mencegah stunting dan meningkatkan kebahagiaan keluarga,” tegasnya.
Selain pemantapan ekonomi keluarga, Nyelong juga memperkenalkan program matrikulasi bagi pemuda usia 15–35 tahun. Program ini diarahkan untuk membentuk karakter produktif melalui pelatihan komunikasi, outbound, olahraga, hingga pembinaan kreativitas ekonomi. Tujuannya, pemuda tidak terjebak dalam penggunaan gawai berlebihan, judi online, hingga penyalahgunaan obat terlarang.
“Anak muda kita banyak yang punya energi besar tetapi tersalurkan ke arah yang salah. Kita sediakan ruang untuk mereka berproses, belajar, dan menemukan potensi dirinya,” jelasnya.
Di akhir kegiatan, Nyelong menegaskan, pembangunan kualitas manusia merupakan pondasi utama dalam mempersiapkan Kalimantan Tengah menghadapi tantangan ekonomi dan sosial ke depan.
“Jika keluarga kuat, anak sehat, ibu bahagia, maka tidak hanya stunting yang bisa dicegah, tapi masa depan daerah juga bisa tumbuh lebih baik,” tutupnya.( nw)
