Orang Tua di HSU Laporkan Anak Kecanduan Sabu ke BNN dan Dinsos, Kini Jalani Rehabilitasi di YPR KOBRA

21 Oktober 2025
Proses tim YPR Kobra Kalsel lakukan pengamanan pria pecandu sabu di Amuntai (Foto : Humas YPR Kobra/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, AMUNTAI – Seorang pemuda berusia 25 tahun asal Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) akhirnya dibawa ke tempat rehabilitasi setelah orang tuanya melapor ke Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten HSU dan Dinas Sosial (Dinsos) Amuntai. Pemuda tersebut diketahui mengalami kecanduan berat narkoba jenis sabu.

Menurut keterangan keluarga, sang anak dalam sehari bisa mengonsumsi sabu berkali-kali. Ia bahkan sering memaksa orang tuanya untuk menyediakan uang hingga Rp300.000 per hari guna membeli barang haram tersebut. Kondisi ini membuat keluarga merasa ketakutan dan khawatir terhadap keselamatan diri maupun lingkungan sekitar.

Merasa tidak sanggup lagi mengendalikan perilaku anaknya, keluarga memutuskan untuk mengambil langkah tegas dengan melaporkan kejadian itu kepada BNN dan Dinsos Amuntai.

Setelah dilakukan asesmen awal, Dinsos merekomendasikan agar pemuda tersebut segera menjalani rehabilitasi di Yayasan Pemulihan dan Rehabilitasi (YPR) KOBRA, lembaga resmi yang terdaftar sebagai Instansi Penerima Wajib Lapor (IPWL).

Tim intervensi YPR KOBRA kemudian berkoordinasi dengan pihak Dinsos Amuntai dan keluarga. Sekitar pukul 03.00 dini hari, petugas melakukan penjemputan secara aman dan terkendali. Saat ini, pemuda tersebut telah dibawa ke Banjarbaru untuk menjalani program rehabilitasi medis dan sosial.

Ketua YPR KOBRA Kalimantan Selatan Ardian Noverdi Pratama menjelaskan, proses rehabilitasi dilakukan secara bertahap dan terstruktur.

“Langkah pertama yaitu asesmen atau screening awal untuk mengetahui kondisi klien. Kedua, dilakukan intervensi awal berupa identifikasi dan penurunan zat oleh tenaga profesional. Setelah itu, kami menjalankan program pembentukan karakter, pembinaan mental, fisik, dan disiplin,” ucapnya, Selasa (21/10/2025).

Ia mengatakan, setelah proses rehabilitasi, klien akan mendapat pendampingan keluarga melalui kegiatan Family Support Group (FSG) serta pengawasan lanjutan di tahap pasca rehabilitasi.

Ardian menegaskan, dampak kecanduan narkoba sangat luas dan merusak di berbagai aspek kehidupan.

“Secara fisik bisa menyebabkan kerusakan organ tubuh, secara psikologis menimbulkan halusinasi dan depresi, secara spiritual menjauhkan dari nilai agama, bahkan secara sosial membuat pecandu kehilangan kepercayaan diri dan kepercayaan keluarga. Dampak terburuknya, bisa berujung pada tindakan kriminal,” ujarnya.

Langkah cepat keluarga bersama BNN, Dinsos, dan YPR KOBRA ini diharapkan menjadi contoh bagi masyarakat agar tidak ragu melapor jika memiliki anggota keluarga yang terjerat penyalahgunaan narkoba.

Tindakan dini dinilai penting untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkotika dan membantu mereka kembali ke kehidupan yang sehat dan produktif.(nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog

[10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: Pasar murah di Halaman Kantor Bupati Banjar (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id) [10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar Sediakan Beras Lokal dan Ikan Bersubsidi di Pasar Murah Kantor Bupati Banjar NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar menyediakan beras lokal dan ikan bersubsidi pada kegiatan pasar murah yang digelar di halaman Kantor Bupati Banjar, Rabu (11/03/2026) hingga Kamis (12/03/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penutupan pasar murah Ramadan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Banjar selama dua hari untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau. Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP Kabupaten Banjar, M. Hamdani mengatakan, pihaknya menyiapkan dua komoditas utama dalam kegiatan tersebut, yakni beras lokal serta ikan air tawar. “Untuk hari ini kami menjual beras lokal jenis unus. Per kantong dijual seharga Rp40 ribu dengan isi 4 liter. Harga tersebut sudah mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah sebesar Rp20 ribu per kantong,” ujarnya. Ia menjelaskan, pada hari pertama kegiatan pihaknya menyiapkan sekitar 200 kantong beras atau setara 400 liter. Jumlah yang sama juga akan kembali disediakan pada hari kedua kegiatan pasar murah. Selain beras, DKPP juga membawa ikan air tawar yang terdiri dari ikan nila dan ikan patin. Kedua jenis ikan tersebut dijual dengan harga lebih murah karena mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah. “Untuk ikan nila dan patin ini kita berikan subsidi sekitar Rp10 ribu per kilogram dibandingkan harga pasar,” jelas Hamdani. Pada hari pertama pasar murah, DKPP menyiapkan sekitar 100 kilogram ikan nila dan patin. Stok yang sama juga akan disediakan kembali pada hari berikutnya. Ia mengatakan, antusiasme masyarakat terhadap pasar murah tersebut cukup tinggi karena harga komoditas yang dijual lebih murah dibandingkan harga pasar. “Antusias masyarakat cukup tinggi. Ada juga yang belum kebagian hari ini dan kemungkinan akan membeli besok karena stok hari ini sudah terbatas,” katanya. Untuk pemerataan, pembelian komoditas dibatasi satu paket untuk setiap orang. Selain itu masyarakat juga diwajibkan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar saat melakukan pembelian. “Setiap orang hanya bisa membeli satu paket dengan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar agar bantuan ini tepat sasaran,” pungkasnya.(nw) [10.58, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar sediakan Ikan bersubsidi di Pasar Murah. (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id)