NEWSWAY.CO.ID, JAWA TENGAH – Gelaran Parade Film Kampung 2026 berlanjut ke titik kedua. Kali ini, desa yang terkenal dengan Gunung Srandil-nya, Desa Glempangpasir, Kecamatan Adipala, menjadi tuan rumah.
Acara yang digelar pada Sabtu, 10 Oktober 2026, pukul 19.30 WIB di Lapangan Voli Dusun Welahan Kulon, Desa Glempangpasir ini berlangsung meriah dan penuh kebersamaan.
Di titik kedua ini, panitia dibantu penuh oleh tokoh masyarakat setempat, Mbah Wardi, yang mengawal konsolidasi dari tingkat Ketua RT, Kadus Welahan Kulon, hingga Kepala Desa sampai acara pemutaran selesai. Kegiatan juga dibantu oleh Ketua Banser Desa Glempangpasir, Mas Kuatno.
Dalam sambutannya, Ketua Sangkanparan Multimedia Art, Tofik Suseno, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini memicu warga untuk berkarya.
“Kami merasa senang sekali apabila setelah kegiatan ini masyarakat bisa membuat karya film pendek dengan mengangkat potensi desa, kearifan lokal, maupun isu yang terdekat dengan kita sehari-hari. Mungkin bapak-bapak atau ibu-ibu yang datang di sini dulu sering nonton layar tancap dengan menonton film-film karya sutradara terkenal, tapi bisa jadi besok panjenengan semua bisa nonton film anak-anak kita,” ucap Tofik.
Dalam kesempatan tersebut, Tofik juga mengenalkan Aditya Nurosyid selaku editor Film Babaran yang diproduksi saat Prakerin di Sangkanparan Multimedia Art.
Acara ini turut dihadiri oleh Komite Ekonomi Kreatif Jawa Tengah, Ketua Korda 1 Banyumas Raya (Kang Suho), dan Animator dari Quila Studios Cilacap, Achmad Farchani.
Dalam diskusi santai di sesi pertama, Achmad Farchani membagikan pengalamannya dalam membuat film animasi Guardian Ranger. Selain untuk memotivasi anak-anak, ia juga menyatakan siap berbagi ilmu dan mengajari cara membuat animasi.
Narasumber lain yang dihadirkan adalah Pak Aziz Firmansyah, Sekretaris Desa Karangmangu, Kecamatan Kroya. Ia berbagi pengalaman mengawal pemuda desanya memproduksi film Jaga Cowong yang berhasil menjadi Juara 1 Nasional dalam ajang Festival Film Jaga Desa yang diadakan oleh Kejaksaan Agung.
“Produksi film Jaga Cowong ini menurut kami juga termasuk singkat, karena cuma dalam hitungan hari setelah kami rapat, lalu syuting siang sampai malam, setelah itu langsung di edit dan film itu sudah dapat dikirim untuk lomba. Dan kebetulan kami datang ke acara Parade Film Kampung ini juga bersama Mas Ngadimin dan Mas Aris, mereka adalah para pemain di film Jaga Cowong,” ucap Aziz.
Parade Film Kampung 2026 merupakan kegiatan non-profit yang digagas dan dilaksanakan langsung oleh Sangkanparan Multimedia Art dan didukung oleh Amor Production, Ihya Media, Kubus Film, Quila Studios, Wanarata Edupark, serta pemuda desa yang menjadi titik pemutaran.
Kegiatan ini telah memasuki tahun ketiga. Pada pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, pemutaran film masuk ke sekolah-sekolah dan kafe-kafe, dan pada tahun ini menyasar desa-desa di setiap akhir pekan selama bulan Oktober.
Selain menjadi hiburan gratis untuk masyarakat desa, kegiatan ini juga menjadi salah satu cara untuk menggali potensi desa, memancing minat dan bakat masyarakat khususnya para pemuda desa agar dapat merangkai cerita yang ada di kampungnya menjadi sebuah karya film.(nw)
Reporter : Suho
