Pasca di Demo, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Buka Suara Melalui Media Sosial

23 April 2026
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud. (Foto : Doc/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, SAMARINDA – Pasca demonstrasi besar-besaran mahasiswa dan masyarakat di kantor Gubernur Kaltim dan kantor DPRD Kaltim, Gubernur Rudy Mas’ud akhirnya merespons aksi itu melalui video di akun Instagram pribadinya dan Pemprov Kaltim.

Dilansir dari detik.com, Rudy menyampaikan apresiasinya atas aksi yang sudah berlangsung. Ia juga meminta seluruh elemen tetap menjadi kontrol sosial terhadap kinerja pemerintah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, adik-adik mahasiswa, lapisan masyarakat, TNI, Polri yang menjaga keamanan, situasi kondusif sampai berakhirnya penyampaian aspirasi di Bumi Etam,” ujar Rudy seperti dalam video Rabu (22/4/2026).

~ Advertisements ~

Rudy berharap mahasiswa dan masyarakat terus berperan sebagai pengawas jalannya pemerintahan. Menurutnya, kontrol sosial dibutuhkan untuk mendorong perbaikan dan evaluasi kinerja pemerintah daerah.

“Kami sangat berharap adik-adik mahasiswa, masyarakat, seluruh lapisan, bisa selalu menjadi mata-telinga kami di dalam melaksanakan perbaikan dan evaluasi kinerja Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur,” imbuhnya.

Rudy menyebut masa depan Kalimantan Timur juga ditentukan oleh peran generasi muda dan masyarakat dalam mengawal kebijakan. Ia menilai masukan yang disampaikan dalam aksi tersebut memiliki nilai penting bagi pemerintah.

“Masukan hari ini sangat berarti dan sangat berkelas,” ucapnya.

Sekadar mengingatkan masyarakat Kalimantan Timur dari berbagai organisasi maupun sipil melakukan demontrasi menuntut Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud karena beberapa kebijakan yang dianggap tidak rasional, pada Selasa (21/4/2026) malam

Demontrasi tersebut membawa tiga tuntutan utama, yaitu evaluasi kebijakan Pemprov Kaltim, penghentian praktik KKN, serta desakan agar DPRD memaksimalkan fungsi pengawasan.

Namun, ternyata tiga tuntutan itu dianggap hal yang tidak begitu krusial, justru isu yang paling memicu kemarahan massa adalah terkait gaya hidup pejabat di tengah kondisi ekonomi saat ini.

Beberapa poin anggaran yang menjadi sorotan tajam meliputi, Rumah Jabatan dengan  anggaran renovasi senilai Rp 25 miliar, termasuk pengadaan akuarium laut dan alat fitness. Termasuk pengadaan mobil mewah jenis Range Rover senilai Rp 8,5 miliar.

Sikap bungkam dari pihak pemerintah provinsi dinilai memperkeruh situasi dan menyisakan kekecewaan mendalam bagi massa aksi. Komunikasi yang buntu ini diprediksi akan terus memicu tanda tanya publik terkait respons nyata pemerintah terhadap tuntutan yang disampaikan.

Satu hal yang menjadi sorotan ketika Gubernur enggan menemui massa aksi dan wartawan, lalu memilih bungkam dan meninggalkan Kantor Gubernur, ternyata sikap diam itu dilakukan Rudy Mas’ud setelah unjuk rasa yang berlangsung sejak siang berakhir ricuh.

Rudy Mas’ud keluar dari kantor sekitar pukul 21.10 WITA, atau sekitar satu jam setelah massa berhasil dipukul mundur oleh aparat. Dengan pengawalan ketat, ia berjalan cepat menuju rumah jabatan yang berjarak sekitar 100 meter tanpa memberikan pernyataan sedikit pun kepada awak media.

Sejumlah wartawan yang mencoba meminta keterangan terkait tuntutan massa maupun kericuhan yang pecah tidak mendapat respons. Rudy hanya berlalu dan langsung masuk ke kediaman dinasnya.

Kapolda Kalimantan Timur, Endar Priantoro, mengonfirmasi bahwa Gubernur dan Wakil Gubernur sebenarnya berada di dalam gedung saat aksi berlangsung, namun, pihak pemerintah provinsi memutuskan untuk tidak menerima massa yang meminta audiensi langsung.

“Gubernur ada tadi di kantor, tapi memang tidak menerima mereka untuk audiensi,” ujar Endar di lokasi kejadian.(nw)

Latest from Blog