Pastikan Semua Memiliki Kesempatan yang Sama, Pemkab Banjar Gelar Bimtek Pengarusutamaan Gender

by
15 Oktober 2026
Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Focal Point Pengarusutamaan Gender (PUG) di Aula Baiman Bapperida Kabupaten Banjar, Rabu (14/10/2026) pagi.(Foto: rsb)

NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten Banjar menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Focal Point Pengarusutamaan Gender (PUG) di Aula Baiman Bapperida Kabupaten Banjar, Rabu (14/10/2026) pagi.


Hadir dalam kegiatan ini Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banjar H Yudi Andrea dan Sekretaris Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kabupaten Banjar, Widya Wiri Utami.

Yudi Andrea menegaskan, bahwa Pengarusutamaan Gender (PUG) bukan semata-mata persoalan perempuan maupun program yang berdiri sendiri, melainkan strategi pembangunan untuk memastikan laki-laki dan perempuan memperoleh kesempatan, akses, manfaat, serta partisipasi yang adil dan setara.
“Perspektif gender perlu diintegrasikan ke dalam seluruh tahapan pembangunan, mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pemantauan hingga evaluasi program dan kegiatan perangkat daerah,” ujarnya di hadapan sekitar 50 peserta dan perwakilan Asisten Deputi Pengarusutamaan Gender Bidang PMKPM dan Pemerintah Daerah Wilayah III, Deputi Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) RI. Adapun narasumber berasal dari Inspektorat dan Bappeda Provinsi Kalimantan Selatan.


Keberadaan Focal Point PUG, katanya, sangat penting sebagai penggerak sekaligus penghubung pelaksanaan pengarusutamaan gender di masing-masing perangkat daerah.


Yudi berharap, para Focal Point mampu menjadi motor penguatan PUG di Kabupaten Banjar. Untuk itu, diperlukan pemahaman yang baik mengenai konsep dan analisis gender, data terpilah, perencanaan dan penganggaran responsif gender, serta penyusunan dokumen pendukung pelaksanaan PUG.


“Saya berharap Focal Point dapat menjadi motor penguatan PUG di Kabupaten Banjar,” katanya.
Menurutnya, salah satu tantangan dalam pelaksanaan PUG adalah memastikan kebijakan yang telah disusun dapat diterjemahkan menjadi program dan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Sebab itu, ia menekankan pentingnya penguatan data terpilah berdasarkan jenis kelamin sebagai dasar untuk mengidentifikasi kesenjangan gender. Dengan demikian, perencanaan pembangunan dapat disusun berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat sehingga intervensi pemerintah daerah lebih tepat sasaran.


Sementara Sekretaris Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kabupaten Banjar, Widya Wiri Utami, mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai konsep dan strategi PUG.


“Bimtek diharapkan dapat meningkatkan kapasitas Focal Point dalam mengintegrasikan perspektif gender ke dalam perencanaan, pelaksanaan, penganggaran, pemantauan, dan evaluasi pembangunan,” ujarnya.


Sebagian peserta merupakan kepala subbagian perencanaan yang memiliki peran penting dalam mengintegrasikan perspektif gender ke dalam proses perencanaan program di perangkat daerah masing-masing.


“Kegiatan ini juga bertujuan memperkuat sinergi dan koordinasi antarperangkat daerah, mendorong perencanaan dan penganggaran yang responsif gender, serta meningkatkan kualitas pelaksanaan PUG untuk mewujudkan pembangunan Kabupaten Banjar yang lebih inklusif, adil, dan berkesetaraan,” ujarnya.(nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog