Pemanfaatan FABA PLTU Pulang Pisau, Dosen Teknik UMPR Dorong Beton Ramah Lingkungan Lewat Pengabdian Masyarakat

Dosen Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) Dr Diharyo bersama mitra dan masyarakat berfoto di sela kegiatan pengabdian masyarakat pemanfaatan fly ash dan bottom ash (FABA) PLTU Pulang Pisau sebagai bahan campuran beton ramah lingkungan. (Foto: Winda/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, PULANG PISAU– Komitmen dunia akademik dalam menjawab tantangan lingkungan kembali ditunjukkan dosen Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR). Melalui program pengabdian kepada masyarakat, Dr. Diharyo memanfaatkan limbah fly ash dan bottom ash (FABA) dari PLTU Pulang Pisau sebagai agregat halus pada campuran beton mutu sedang, Selasa (23/12/2025).

Inisiatif ini menjadi terobosan konkret dalam pengelolaan limbah industri secara berkelanjutan sekaligus menawarkan solusi material konstruksi yang ramah lingkungan. FABA yang selama ini belum dimanfaatkan optimal dinilai memiliki potensi besar sebagai substitusi pasir pada beton, terutama untuk kebutuhan pembangunan skala kecil hingga menengah.

Tim dosen Fakultas Teknik UMPR menjelaskan, pemanfaatan bottom ash pada campuran beton tidak hanya menekan risiko pencemaran lingkungan, tetapi juga menghadirkan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekitar. Melalui pendampingan dan demonstrasi teknologi sederhana, masyarakat diperkenalkan pada cara mengolah limbah batu bara agar aplikatif dan aman digunakan.

Kegiatan ini juga terintegrasi dengan hasil riset sebelumnya yang dilakukan bersama PLN Nusantara Power. Bottom ash dari proses pembakaran batu bara di PLTU Pulang Pisau berkapasitas 2 x 60 MW telah melalui uji kelayakan sebagai agregat halus pada beton mutu sedang dan menunjukkan performa yang menjanjikan.

Dr. Diharyo menegaskan, pengabdian masyarakat ini menjadi jembatan penting antara riset dan penerapan di lapangan. Selain mendukung kebijakan pemerintah terkait pemanfaatan FABA sebagai material non-B3 yang aman, kegiatan ini membuka peluang adopsi lebih luas di sektor konstruksi.

“Hasilnya tidak hanya relevan untuk pembangunan rumah, jalan lingkungan, dan fasilitas umum sederhana oleh masyarakat, tetapi juga berpeluang dikembangkan oleh perusahaan—khususnya industri material bangunan—sebagai alternatif bahan baku yang ramah lingkungan dan ekonomis,” ujarnya.

Melalui program ini, UMPR terus mendorong sinergi akademisi–industri–masyarakat untuk melahirkan inovasi yang berdampak langsung pada pembangunan daerah serta pelestarian lingkungan.(nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog