Penguatan UMKM Lokal hingga Panggung Internasional di Kuala Lumpur, Upaya Banjarbaru Menuju Kota Kreatif

9 Desember 2025

NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU— Upaya Kota Banjarbaru untuk meneguhkan diri sebagai kota kreatif terus bergerak dan dilakukan dengan berbagai program.

Dimulai dari serangkaian penguatan ekonomi kreatif di tingkat lokal dengan berbagai kegiatan, Kota Banjarbaru melangkahkan kaki ke panggung internasional lewat partisipasi pada Gebyar Nusantara 2.0 di Kuala Lumpur, Malaysia, 6–7 Desember 2025.

Di Raintree Plaza, The Exchange TRX Mall, ragam kuliner, fesyen modest, kerajinan, dan produk kreatif Indonesia dipertemukan dengan publik Malaysia dalam gelaran yang digagas Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur.

Banjarbaru hadir sebagai salah satu daerah yang menampilkan karya unggulan UMKM-nya. Produk-produk lokal Banjarbaru tampil percaya diri di hadapan pengunjung internasional—sebuah bukti bahwa kualitas karya anak Banua mampu bersaing di pasar internasional.

~ Advertisements ~

Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, menyebut partisipasi dalam Gebyar Nusantara merupakan langkah strategis dalam membuka jejaring dan peluang pasar baru.

“Insya Allah, dari langkah kecil inilah perjalanan besar ekonomi kreatif Banjarbaru menuju dunia dimulai,” ujarnya.

Ia berharap momentum ini memperkuat arah Banjarbaru menuju kota kreatif yang inklusif, berdaya saing, dan bertumpu pada inovasi warganya.

Kehadiran Banjarbaru di Kuala Lumpur tidak hadir tiba-tiba. Pada Oktober 2025, Wali Kota Lisa mengundang Minister Counsellor/Ekonomi KBRI Kuala Lumpur untuk berdiskusi langsung bersama para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif Banjarbaru.

Pertemuan yang digelar di Mess L itu dimaksudkan untuk memperkuat jejaring lintas negara serta menjajaki akses ekspor bagi produk lokal.

Dalam kesempatan itu, pejabat KBRI diajak melihat langsung beragam produk UMKM Banjarbaru. Mulai kuliner olahan, kriya kayu, fesyen kreatif, hingga produk-produk rumah tangga berkelanjutan—seluruhnya dinilai memiliki kualitas ekspor dan kedekatan budaya yang mempermudah penetrasi ke pasar Malaysia.

“Sinergi lintas negara menjadi langkah penting dalam membuka peluang baru bagi pelaku ekonomi kreatif dan UMKM Banjarbaru,” ujarnya.

Ia menegaskan, UMKM bukan hanya motor penggerak ekonomi masyarakat, tetapi juga akar penting penciptaan lapangan kerja dan penguatan pendapatan daerah.

Gelaran Gebyar Nusantara 2.0 yang memasuki tahun keduanya ini merupakan bagian dari strategi diplomasi ekonomi Indonesia. KBRI Kuala Lumpur menargetkan lebih dari 10.000 pengunjung selama dua hari, melibatkan pameran imersif, sesi business matching, dan penjajakan investasi.

Dengan Malaysia menjadi penyumbang wisatawan mancanegara terbesar ke Indonesia pada 2024 (2,28 juta kunjungan), kedekatan pasar dan budaya menjadi nilai strategis yang tak bisa dilewatkan.

Bagi Banjarbaru, keterlibatan dalam agenda besar ini membuka pintu untuk memperluas visibilitas produk lokal serta memperkuat daya saing jenama kreatifnya di kancah internasional. Melalui jaringan yang dibangun, Banjarbaru berpeluang mengembangkan kolaborasi baru, memperluas akses distribusi, hingga membuka peluang ekspor yang lebih terukur.

“Kehadiran Banjarbaru dalam Gebyar Nusantara 2.0 adalah potret kota yang tengah bergerak: memperkuat pondasi UMKM di dalam negeri, membangun jejaring lintas batas, dan melangkah menuju status sebagai kota kreatif yang mampu tampil di panggung global,” tegasnya.

Banjarbaru mulai mengambil tempatnya. Dari Mess L hingga Kuala Lumpur, dari produk lokal hingga impian ekspor—setiap langkah menjadi bagian dari perjalanan yang lebih besar bagi ekonomi kreatif Banjarbaru.(nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog