NEWSWAY.CO.ID, PULANG PISAU – Operasi pencarian dan evakuasi korban kecelakaan air akibat tenggelamnya perahu klotok di perairan Kecamatan Kahayan Kuala, Kabupaten Pulang Pisau, resmi dinyatakan selesai. Dari peristiwa tersebut, satu orang anak buah kapal (ABK) ditemukan meninggal dunia, sementara empat korban lainnya berhasil selamat.
Kecelakaan air itu terjadi pada Rabu, 17 Desember 2025, sekitar pukul 18.00 WIB, di perairan Desa Papuyu III Sei Pudak (Laut Sangiang), Kecamatan Kahayan Kuala. Sebuah perahu klotok yang mengangkut lima orang dilaporkan tenggelam setelah dihantam gelombang tinggi akibat cuaca buruk.
Korban terdiri dari tiga nelayan asal Desa Kiapak dan dua ABK KM Along Barokah 9. Empat orang berhasil menyelamatkan diri, sedangkan satu ABK bernama Rijki Ramadan (20) sempat dinyatakan hilang sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Pulang Pisau, Osa Maliki, menjelaskan bahwa peristiwa bermula saat tiga nelayan Desa Kiapak menggunakan perahu klotok untuk menjemput dua ABK KM Along Barokah 9 yang sedang berlabuh sekitar dua mil dari bibir pantai.
“Dua ABK tersebut hendak membeli kebutuhan pokok ke darat. Namun saat perjalanan kembali, cuaca tiba-tiba memburuk, gelombang tinggi menghantam perahu hingga pecah dan akhirnya tenggelam,” jelas Osa Maliki. Jumat, 26 Desember 2025.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Pulang Pisau bersama unsur TNI, Polri, Basarnas, serta instansi terkait langsung melakukan operasi pencarian dan evakuasi.
“Pencarian kami lakukan selama beberapa hari dengan menyisir aliran Sungai Kahayan hingga ke muara laut menggunakan speed boat dan perahu fiber,” ujarnya.
Namun, proses pencarian tidak berjalan mudah. Osa mengungkapkan bahwa tim kerap terkendala cuaca ekstrem berupa hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi akibat pengaruh angin barat.
“Pada hari kedua pencarian, korban belum ditemukan dan operasi sempat dihentikan sementara karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan,” tambahnya.
Titik terang baru diperoleh pada *
Senin, 22 Desember 2025, setelah BPBD Pulang Pisau menerima informasi dari Basarnas Palangka Raya terkait penemuan sesosok jenazah laki-laki di Desa Sungai Bakau, Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.
“Setelah dilakukan identifikasi oleh pihak kepolisian, jenazah tersebut dipastikan adalah Rijki Ramadan, ABK yang hilang dalam insiden laka air di Kahayan Kuala,” ungkap Osa.
Selanjutnya, BPBD Pulang Pisau berkoordinasi dengan BPBD Tanah Laut, BPBD Kabupaten Bogor, serta pihak keluarga korban. Atas permintaan keluarga, jenazah dimakamkan di Kabupaten Tanah Laut sesuai syariat Islam.
“Seluruh biaya pemulasaraan dan pemakaman ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Bogor melalui BPBD Kabupaten Bogor” jelasnya.
Dengan ditemukannya korban dan telah dilaksanakannya prosesi pemakaman pada *KahayaSelasa, 23 Desember 2025, Operasi Pencarian dan Evakuasi Korban Laka Air di Kecamatan Kahayan Kuala secara resmi dinyatakan selesai.
BPBD Kabupaten Pulang Pisau mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi air, agar selalu waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di wilayah perairan Laut Jawa dan muara Sungai Kahayan.(nw)
