Pj Sekda Hj Nuliani Dardie Pimpin Razia Cipta Kondisi di Banjarbaru, Fokus pada Eks Lokalisasi Pembatuan

by
24 Agustus 2024
Pj Sekda Kota Banjarbaru Hj Nuliani Dardie (baju putih) tampak turun langsung bersama Kasatpol PP Hidayaturrahman dalam razia cipta kondisi. (Foto : Satpol PP/newsway.id)

NEWSWAY.ID, BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melaksanakan razia cipta kondisi di beberapa titik rawan di Kota Banjarbaru.

Razia ini dipimpin langsung oleh Pj Sekretaris Daerah Hj Nurliani Dardie bersama Kasatpol PP, Hidayaturrahman, pada Rabu (21/8/2024).

Upaya Penegakan Hukum dan Ketertiban

Sekda Hj Nurliani menegaskan bahwa operasi ini merupakan bagian dari komitmen Pemko Banjarbaru untuk menegakkan hukum dan menjaga ketertiban di wilayahnya.

“Kami berharap razia ini memberikan efek jera dan meningkatkan kesadaran hukum di kalangan masyarakat,” ujarnya seusai kegiatan.

Hj Nurliani juga menegaskan bahwa giat serupa akan terus dilaksanakan, terutama untuk menekan aktivitas ilegal di eks lokalisasi Pembatuan.

“Lokalisasi tersebut sudah ditutup, jadi jika masih ada aktivitas yang melanggar, harus dihentikan dan pelakunya akan diberikan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku,” tegasnya.

Penertiban di Eks Lokalisasi Pembatuan

Lokasi pertama yang menjadi sasaran razia adalah sebuah kontrakan di eks lokalisasi Pembatuan, Jalan Kenanga, Kelurahan Landasan Ulin Timur.

Di lokasi ini, petugas menemukan tiga orang yang diduga sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK).

Kasatpol PP Banjarbaru, Hidayaturrahman, mengungkapkan bahwa ketiga tersangka ini telah menjadi target penyelidikan oleh petugas undercover sebelumnya.

“Di lokasi, kami menemukan barang bukti seperti kasur, bantal, tisu bekas pakai, dan alat kontrasepsi, yang memperkuat dugaan bahwa tempat tersebut digunakan untuk praktik prostitusi,” ungkap Hidayaturrahman.

Selain itu, petugas juga menyita sejumlah barang bukti seperti minuman oplosan dan membawa tersangka PSK serta beberapa pemilik rumah yang diduga terlibat dalam aktivitas prostitusi ke Mako Satpol PP untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Razia Lanjutan: Peredaran Miras Oplosan dan Minuman Beralkohol

Setelah penertiban di eks lokalisasi Pembatuan, razia berlanjut ke Jalan Sungai Sumba, Kelurahan Guntung Manggis, yang diduga menjadi tempat peredaran minuman keras (miras) oplosan.

Di lokasi ini, petugas menemukan barang bukti berupa alkohol 95 persen, minuman sachet, dan air mineral yang digunakan sebagai pelarut dalam pembuatan miras oplosan.

“Personel juga melakukan penyisiran di Jalan Trikora, tepatnya di depan RSUD Idaman Kota Banjarbaru, namun tidak ditemukan minuman beralkohol siap jual maupun bahan baku untuk pembuatannya,” tambah Hidayaturrahman.

Razia juga dilakukan di Jalan RO Ulin, di mana petugas menemukan beberapa potong kayu yang digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan minuman beralkohol jenis tuak.

Petugas juga menemukan ember yang digunakan untuk menyimpan minuman tuak, serta beberapa kemasan tuak yang siap dijual.

Tindakan Selanjutnya

Seluruh barang bukti yang ditemukan selama operasi ini langsung disita oleh petugas Satpol PP Banjarbaru dan dibawa ke Mako Satpol PP untuk diproses lebih lanjut.

“Para tersangka telah diberikan surat panggilan untuk pemeriksaan lebih lanjut guna melengkapi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) sebelum diserahkan kepada Bidang Penegakan Peraturan Daerah (PPUD). Sidang kemungkinan akan dilaksanakan pada Selasa, 27 Agustus 2024,” tandas Hidayaturrahman.

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog

[10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: Pasar murah di Halaman Kantor Bupati Banjar (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id) [10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar Sediakan Beras Lokal dan Ikan Bersubsidi di Pasar Murah Kantor Bupati Banjar NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar menyediakan beras lokal dan ikan bersubsidi pada kegiatan pasar murah yang digelar di halaman Kantor Bupati Banjar, Rabu (11/03/2026) hingga Kamis (12/03/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penutupan pasar murah Ramadan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Banjar selama dua hari untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau. Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP Kabupaten Banjar, M. Hamdani mengatakan, pihaknya menyiapkan dua komoditas utama dalam kegiatan tersebut, yakni beras lokal serta ikan air tawar. “Untuk hari ini kami menjual beras lokal jenis unus. Per kantong dijual seharga Rp40 ribu dengan isi 4 liter. Harga tersebut sudah mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah sebesar Rp20 ribu per kantong,” ujarnya. Ia menjelaskan, pada hari pertama kegiatan pihaknya menyiapkan sekitar 200 kantong beras atau setara 400 liter. Jumlah yang sama juga akan kembali disediakan pada hari kedua kegiatan pasar murah. Selain beras, DKPP juga membawa ikan air tawar yang terdiri dari ikan nila dan ikan patin. Kedua jenis ikan tersebut dijual dengan harga lebih murah karena mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah. “Untuk ikan nila dan patin ini kita berikan subsidi sekitar Rp10 ribu per kilogram dibandingkan harga pasar,” jelas Hamdani. Pada hari pertama pasar murah, DKPP menyiapkan sekitar 100 kilogram ikan nila dan patin. Stok yang sama juga akan disediakan kembali pada hari berikutnya. Ia mengatakan, antusiasme masyarakat terhadap pasar murah tersebut cukup tinggi karena harga komoditas yang dijual lebih murah dibandingkan harga pasar. “Antusias masyarakat cukup tinggi. Ada juga yang belum kebagian hari ini dan kemungkinan akan membeli besok karena stok hari ini sudah terbatas,” katanya. Untuk pemerataan, pembelian komoditas dibatasi satu paket untuk setiap orang. Selain itu masyarakat juga diwajibkan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar saat melakukan pembelian. “Setiap orang hanya bisa membeli satu paket dengan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar agar bantuan ini tepat sasaran,” pungkasnya.(nw) [10.58, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar sediakan Ikan bersubsidi di Pasar Murah. (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id)