LSPP Rilis Hasil Survei Elektabilitas Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru 2024

by
24 Agustus 2024
Lembaga Studi Politik dan Pemerintahan (LSPP) merilis hasil survei terbaru elektabilitas bakal calon wali kota dan wakil wali kota Banjarbaru 2024 (foto.ist/newsway.id)

NEWSWAY.ID, BANJARMASIN – Lembaga Studi Politik dan Pemerintahan (LSPP) telah merilis hasil survei terbaru mengenai elektabilitas bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru untuk Pemilu 2024.

Survei ini dilakukan pada periode 12-18 Agustus 2024, dengan total 764 responden yang dipilih melalui metode Multistage Random Sampling. Margin of error dari survei ini adalah sekitar 3,5 persen.

Direktur Riset LSPP, Safa Musdalifah, menjelaskan hasil survei tersebut kepada media pada Jumat (23/8/2024).

“Survei ini memberikan gambaran tentang preferensi pemilih di Banjarbaru menjelang Pilkada 2024,” ujar Safa.

Hasil survei menunjukkan bahwa petahana Aditya Mufti Ariffin masih mendominasi dengan elektabilitas sebesar 44,51 persen, mengukuhkan posisinya di puncak.

Di posisi kedua, Lisa Halaby memperoleh 28,76 persen, sementara Wartono berada di peringkat ketiga dengan 7,49 persen. Darmawan Jaya Setiawan menyusul dengan 4,48 persen.

Untuk kategori bakal calon Wakil Wali Kota Banjarbaru, Habib Said Abdullah memimpin dengan elektabilitas 31,85 persen.

Diikuti oleh Maulana Mansyur dengan 20 persen, Wartono dengan 17,04 persen, dan Nurkhalis Anshari yang meraih 15,56 persen.

Salah satu aspek menarik dari survei ini adalah simulasi tingkat elektabilitas pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru.

Hasil simulasi menunjukkan bahwa Lisa Halaby, yang dipasangkan dengan siapa pun, belum mampu mengungguli pasangan Aditya Mufti Ariffin dan Habib Said Abdullah.

Pada simulasi pertama, pasangan Lisa Halaby dan Andoko Abdi hanya meraih 33,56 persen, sementara pasangan Aditya-Habib Said Abdullah unggul dengan 52,22 persen.

Pada simulasi kedua, ketika Lisa dipasangkan dengan Maulana Mansyur, pasangan ini hanya mencapai 35,04 persen, sementara Aditya-Habib Said Abdullah meraih 55,48 persen.

Terakhir, pada simulasi ketiga, Lisa Halaby yang disandingkan dengan Wartono hanya mampu meraih 39,34 persen, sedangkan Aditya-Habib Said Abdullah tetap dominan dengan 54,44 persen.

Menanggapi hasil survei tersebut, Aditya Mufti Ariffin menyatakan rasa syukurnya.

“Saya sangat bersyukur melihat hasil survei yang menunjukkan angka yang baik untuk pasangan Aditya-Habib Said Abdullah. Ini tentu saja mencerminkan aspirasi masyarakat Banjarbaru,” ujar Aditya, menutup pernyataannya.

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog

[10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: Pasar murah di Halaman Kantor Bupati Banjar (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id) [10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar Sediakan Beras Lokal dan Ikan Bersubsidi di Pasar Murah Kantor Bupati Banjar NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar menyediakan beras lokal dan ikan bersubsidi pada kegiatan pasar murah yang digelar di halaman Kantor Bupati Banjar, Rabu (11/03/2026) hingga Kamis (12/03/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penutupan pasar murah Ramadan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Banjar selama dua hari untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau. Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP Kabupaten Banjar, M. Hamdani mengatakan, pihaknya menyiapkan dua komoditas utama dalam kegiatan tersebut, yakni beras lokal serta ikan air tawar. “Untuk hari ini kami menjual beras lokal jenis unus. Per kantong dijual seharga Rp40 ribu dengan isi 4 liter. Harga tersebut sudah mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah sebesar Rp20 ribu per kantong,” ujarnya. Ia menjelaskan, pada hari pertama kegiatan pihaknya menyiapkan sekitar 200 kantong beras atau setara 400 liter. Jumlah yang sama juga akan kembali disediakan pada hari kedua kegiatan pasar murah. Selain beras, DKPP juga membawa ikan air tawar yang terdiri dari ikan nila dan ikan patin. Kedua jenis ikan tersebut dijual dengan harga lebih murah karena mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah. “Untuk ikan nila dan patin ini kita berikan subsidi sekitar Rp10 ribu per kilogram dibandingkan harga pasar,” jelas Hamdani. Pada hari pertama pasar murah, DKPP menyiapkan sekitar 100 kilogram ikan nila dan patin. Stok yang sama juga akan disediakan kembali pada hari berikutnya. Ia mengatakan, antusiasme masyarakat terhadap pasar murah tersebut cukup tinggi karena harga komoditas yang dijual lebih murah dibandingkan harga pasar. “Antusias masyarakat cukup tinggi. Ada juga yang belum kebagian hari ini dan kemungkinan akan membeli besok karena stok hari ini sudah terbatas,” katanya. Untuk pemerataan, pembelian komoditas dibatasi satu paket untuk setiap orang. Selain itu masyarakat juga diwajibkan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar saat melakukan pembelian. “Setiap orang hanya bisa membeli satu paket dengan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar agar bantuan ini tepat sasaran,” pungkasnya.(nw) [10.58, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar sediakan Ikan bersubsidi di Pasar Murah. (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id)