NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Rangkaian kegiatan Hari Jadike 27, Kota Banjarbaru semakin semarak, pasalnya banyak acara yang melibatkan langsung masyarakat, salah satunya Banjarbaru Run Festival (BRF) 2026 yang dipastikan siap digelar pada 18 April 2026.
Untuk memastikan semua sudah siap, panitia mengadakan di Mess L Banjarbaru, sebagai langkah koordinasi dan memastikan semuatim sudah siap pada Rabu (15/4/2026).
Ketua Panitia BRF 2026, Muhammad Bayu Hermawan, mengtakan sampai saat ini sebanyak 500 peserta sudah terdaftar dan semuanya adalah masyarakat Kota Banjarbaru.
“Sebenarnya masih banyak yang mau mendaftar, tetapi karena ini gratis dan panitia menyediakan seragam,maka hanya 500 peserta yang akan diakomodir. Semoga kedepan bisa lebih banyak lagi kalau ada gelaran yang sama,”jelasnya.
Disinggung apakah gelaran sudah siapseratus pertsen,Bayu mengaku saat ini tinggal pelaksanaan saja, secara teknis persiapan sudah selesai.
“Insya Allah kita 100 persen sudah siap. Panitia di sini sudah lumayan berpengalaman dengan berbagai macam event seperti ini. Apalagi ini menjadi rangkaian kegiatan Hari Jadi Kota Banjarbaru ke-27, tentu kita ingin yang terbaik untuk Banjarbaru Run Festival,” ujarnya.
Bayu menambahkan, BRF bukan sekadar ajang lari santai. Lebih dari itu, kegiatan ini diarahkan sebagai langkah awal pembentukan intellectual property (IP) kota. Bayu menyebut, Banjarbaru perlu memiliki event khas yang berkelanjutan dan menjadi identitas kota.
“Kita mengarahkan ke pembentukan intellectual property agar Banjarbaru benar-benar bisa menjadi pusat kota yang mengutamakan IP di setiap event-nya,” katanya.
Lebih jauh, Bayu mengatakan, awalnya panitia hanya membuka kuota 200 peserta dan pendaftaran dilakukan secara daring. Namun, respons masyarakat melampaui ekspektasi. Banyak warga datang langsung untuk mendaftar.
“Awalnya hanya 200. Tapi sepanjang berjalannya waktu, karena antusiasme masyarakat yang luar biasa, kami panitia mengupayakan hingga sekarang bisa sampai 500 peserta,” ungkap Bayu.
Menurutnya lonjakan minat itu juga memunculkan beragam komentar di media sosial. Alih-alih melihatnya sebagai tekanan, panitia justru menyebutnya sebagai “happy problem”.
“Ini happy problem atau masalah yang menyenangkan buat kami. Artinya antusias masyarakat tinggi. Cuma memang kami punya keterbatasan terkait jumlah peserta,” jelasnya.
Menurut Bayu, sistem terbuka dan gratis memang membawa tantangan tersendiri. Namun panitia memastikan proses pendaftaran dilakukan secara fair dan transparan. Setiap masukan dari masyarakat, katanya, menjadi bahan evaluasi.
“Kami buka pendaftaran benar-benar fair. Setiap feedback dari masyarakat kami coba olah. Harapannya ke depan bisa lebih baik lagi. Kalau kuota sudah penuh dan kami sudah maksimal, kami ingin adakan BRF vol 2. Jadi ada event berikutnya,” katanya.
BRF 2026 akan ada keterlibatan anak-anak dengan Down Syndrome yang membuat Ketua Pelaksana mengaku terharu dan antusias ketika menerima informasi adanya partisipasi anak-anak istimewa tersebut.
“Ini tantangan baru bagi kami karena baru pertama kali anak-anak Down Syndrome terlibat dalam event ini. Kami mengusung tema kesetaraan, jadi tidak ada yang dibeda-bedakan. Secara teknis tentu kami jajaki dengan baik, tapi semangatnya jelas: Banjarbaru adalah kota yang setara,” ujarnya.
Sambutan hangat juga datang dari Ketua Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome Kalimantan Selatan, Sigit Bayu Adhi. Saat dihubungi terpisah, ia mengaku terharu atas ajakan panitia.
“Pertama kali mendapat informasi akan diselenggarakannya Fun Run 5K dalam rangka ulang tahun Kota Banjarbaru ke-27, kami langsung tertarik dan berpikir, bisakah anak-anak istimewa kami berpartisipasi,” tuturnya.
Bagi keluarga besar Pusat Informasi dan Kegiatan Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome Kalimantan Selatan (PIK Potads Kalsel), kegiatan ini bukan sekadar lari santai. Di tengah keramaian dan keberagaman peserta, mereka melihat ruang kampanye penerimaan tanpa batas.
“Dalam bayangan kami, kegiatan yang dihadiri banyak orang dari berbagai kalangan ini sangat membantu ikhtiar kami mengampanyekan penerimaan tanpa batas pada penyandang Down Syndrome. Ini juga sejalan dengan peringatan Hari Down Syndrome Sedunia pada 21 Maret 2026,” katanya.(nw)
