NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Ketua Komisi I DPRD Kota Banjarbaru, Ririk Sumari Rertuningtyas, melaksanakan kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) di Posyandu Bunda Asri, Kelurahan Sungai Ulin, akhir pekan tadi.
Kegiatan tersebut menghadirkan masyarakat dari RT 14 dan RT 15, serta kader posyandu yang aktif di Sungai Ulin.
Dalam sosialisasi Ririk membahas Peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Kesehatan, pasalnya menurut politisi PKB itu, tema tersebut sejalan dengan kebutuhan masyarakat Sungai Ulin yang banyak menyoroti persoalan layanan kesehatan.
“Kami sengaja memilih Perda tentang pelayanan kesehatan, karena sesuai dengan aspirasi masyarakat di sini. Banyak hal yang perlu dipahami bersama terkait layanan di Puskesmas juga pelayanan BPJS,” jelasnya.

Ketua DPC PKB itu menambahkan, kegiatan tersebut difasilitasi oleh Sekretariat DPRD Banjarbaru, dan turut menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, Kepala Puskesmas Sungai Ulin, serta Lurah Sungai Ulin.
“Kami hanya sebagai pelaksana kegiatan, sebenarnya pihak kelurahan, karena kegiatan ini juga mendukung pelayanan kesehatan masyarakat kami ikut terlibat,” ujarnya.
Dalam dialog bersama warga, Ririk mengungkapkan bahwa sejumlah masukan muncul terkait pelayanan BPJS serta sistem layanan di Puskesmas.
Selain itu, peserta juga mendapat imbauan dari tenaga kesehatan agar masyarakat lebih aktif berpartisipasi di Posyandu yang kini sudah berbasis Integrated Life-cycle Program (ILP) atau Pelayanan Siklus Hidup.
Ririk turut menyinggung hasil kunjungannya beberapa waktu lalu ke Puskesmas Sungai Ulin, yang dinilainya sudah cukup baik dari segi fasilitas dan pelayanan.
“Dari sisi pelayanan sudah bagus, klasternya juga sudah siap sesuai konsep ILP. Hanya saja, persoalan pengadaan obat masih menjadi perhatian,” jelasnya.
Menurutnya, keterlambatan pengadaan obat yang sempat terjadi hingga Agustus lalu bukan hanya terjadi di Sungai Ulin, tetapi juga di beberapa Puskesmas lainnya di Banjarbaru.
“Masalah itu sudah kami sampaikan dalam rapat bersama TAPD dan Dinas Kesehatan. Harapannya tahun depan pengadaan obat bisa berjalan lancar, bahkan bisa dianggarkan untuk kebutuhan lebih dari 12 bulan,” kata Ririk.
Lurah Sungai Ulin, Guntur Adi Prasetyo, yang juga hadir dalam kegiatan, menjelaskan alasan kegiatan digelar di Posyandu, bukan di aula kelurahan seperti biasanya.
“Aula kelurahan sedang dalam proses renovasi. Kebetulan tema perda yang dibahas tentang kesehatan, jadi kami pilih Posyandu sebagai lokasi yang paling relevan,” ujarnya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada DPRD Banjarbaru atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi tersebut. “Biasanya kegiatan dewan hanya berupa reses atau penyerapan aspirasi. Tapi lewat Sosper seperti ini, masyarakat bisa mengetahui langsung isi dan tujuan peraturan daerah yang berlaku. Kami menyambutnya dengan sangat positif,” ucapnya.
Guntur juga menambahkan bahwa layanan kesehatan di wilayahnya sudah cukup memadai. Saat ini terdapat 14 Posyandu, 1 Puskesmas, dan 2 rumah sakit yang aktif melayani masyarakat.
“Posyandu di Sungai Ulin cukup aktif, rutin mengadakan pemeriksaan kesehatan setiap bulan. Jadi secara umum pelayanan kesehatan di sini sudah berjalan baik,” pungkasnya.(nw)
