NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan mulai membaik setelah hujan turun dalam tiga hari terakhir. Suhu permukaan yang sempat tinggi kini turun signifikan dan sebagian besar titik api berhasil dipadamkan.
Kepala Pelaksana BPBD Kalsel, Ronny, saat ditemui di posko penanganan karhutla, pekan lalu mengatakan turunya kondisi karhutla di Kalsel salah satunya karena sudah adanya turun hujan dibeberap wilayah selama beberapa hari terakhir.
“Baik terima kasih, jadi memang tiga hari terakhir sudah beberapa kali hujan turun di beberapa wilayah di Kalimantan Selatan, alhamdulillah dengan turunnya hujan menurunkan suhu permukaan Kalimantan Selatan secara signifikan termasuk juga memadamkan beberapa titik api yang ada,” ujar Ronny.
Ia menjelaskan, hingga hari ini masih tersisa beberapa titik asap yang menjadi konsentrasi pemadaman. Tidak ada lagi titik api baru yang muncul.
“Sampai saat ini sementara hanya ada beberapa titik asap, titik api sementara belum ada kita harapkan tidak ada titik api baru. Memang ada masih beberapa asap yang masih belum padam sebelumnya. Itu menjadi konsentrasi kawan-kawan dalam pemadaman. Setelah dilakukan patroli sekitar empat hektar lah yang masih berasap di seluruh Kalsel,” jelasnya.
Hasil tersebut didapatkan dari patroli udara yang rutin dilakukan tim gabungan, sementara untuk total luasan lahan yang terbakar di Kalsel hingga hari ini, Ronny mencatat mencapai 28.862 hektar.
“Kalau luasan yang terbakar sampai dengan hari ini sekitar 28 ribu 862 hektar,” katanya.
Ronny juga memastikan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tetap dilanjutkan hingga 30 Oktober 2026, saat ini operasi sudah memasuki fase keempat.
“Kalau untuk OMC tetap kita laksanakan sampai dengan akhir Oktober. Saat ini sudah memasuki fase keempat,” ucapnya.

Ronny menambahkan, untuk wilayah Barito Kuala (Batola) yang sebelumnya menjadi salah satu daerah rawan, kondisinya juga mulai membaik.
“Batola alhamdulillah sudah mulai tidak ada titik panas dan titik api, namun memang masih ada beberapa daerah rawan yang tentu saja terus kita patroli sehingga apabila ada kemunculan titik api segera bisa kita atasi,” jelasnya.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kalsel memutuskan memperpanjang status siaga darurat karhutla. Semula status siaga berakhir 31 Oktober, kini diperpanjang menjadi 1 hingga 30 November 2026.
“Betul, jadi memang untuk Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan saat ini berstatus siaga darurat sampai dengan 31 Oktober, melihat hasil prediksi dari kawan-kawan di BMKG bahwa hujan normal itu akan datang nanti di bulan November, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, mengantisipasi terjadinya kebakaran-kebakaran baru maka status siaga darurat kita perpanjang sampai dengan 30 November. Jadi per 1 November sampai dengan 30 November itu perpanjangan status siaga darurat,” pungkas Ronny.(nw)
