GENAP satu tahun Hj Erna Lisa Halaby menjadi nahkoda Kota Banjarbaru didampingi Wakil Wali Kota, Wartono semenjak dilantik Gubernur Kalimantan, H Muhidin pada 20 Juni 2025 lalu.
Disamping sederat prestasi baik regional maupun nasional banyak hal yang dilakukan Lisa,namun sejauh ini mungkin tidak tersorot oleh media.
Lisa Hyalaby yang kala itu didukung sejumlah partai dan berhasil menjadi Wali Kota Banjarbaru setelah melewati dua kali Pilkada, begitu dilantik langsung membuktikan kinerjanya kepada masyarakat, meskipun awalnya sempat diragukan banyak kalangan.

Namun dengan tekad ingin membangun Banjarbaru dan merangkul semua kalangan, Lisa tidak memperdulikan pembicaraan dilingkar masyarakat yang meragukan kepemimpinnya.
Lisa membuktikan dengan turun langsung ke tengah-tengah masyarakat tanpa agenda protokoler, pada saat sejumlah daerah di Banjarbaru dilanda banjir, tengah malam Lisa berserta timya langsung turun ke kawasan Landasan Ulin Selatan untuk memastikan warganya sudah dievakuasi dan mendapatkan pengungsian yang layak.
Kinerja lisa yang sangat rapi juga terorganisir kala itu terbukti tim yang dibentuknya secara cepat melakukan pendataan disejumlah kawasan yang terdampak bencfana banjir.
Setelah data terkumpul, Lisa didampingi Ketua TP PKK Kota Banjarbaru, H Riandy Hidayat turun langsung ke sejumlah lokasi banjir untuk menyampaikan bantuan yang digalang dari berbagai pihak dan dana pribadi.
Rasa empati Lisa tidak hanya saat bencana banjir melanda, sejumlah kejadian kebakaran, Lisa juga turun langsung, sebut saja saat kebakaran salah satu gedung Polres Banjarbaru, Lisa berbaiur dengan para relawan untuk memadamkan api.
Untuk membuktikan sebagai seorang pemimpin yang memahami keluhan masyarakatnya, Wali Kota Banjarbaru Hj Erna Lisa Halaby juga turun langsung menjenguk bayi umur tiga bulan, Syifa Amira yang mengalami sakit karena tidak mempunyai saluran pencernaan, warga RT 06 RW 04 Kelurahan Laura, Liang Anggang.
Kala itu, Wali Kota Banjarbaru mengatakan, pemerintah akan mengupayakan agar perawatan Syifa nanti bisa dibantu oleh pemerintah melalui BPJS yang sudah ditangani oleh pihak Dinas Sosial.
“Alhamdulillah, hari ini saya bisa melihat langsung keadaan ananda Syifa, semoga orang tua selalu diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan. Pemerintah melalui dinas terkait akan terus memantau perkembangan kesehatan Syifa,” ucapnya kala itu.
Tidak berselang lama setelah kunjungan pertama, Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby bersama Pimpinan Bank Kalsel Cabang Banjarbaru, Disperkim serta Dinas Kesehatan memberikan langkah konkrit terhadap permasalahan warganya.

“Alhamdulillah hari ini pemerintah Kota Banjarbaru bersama Bank Kalsel cabang Banjarbaru dan beberapa dinas kembali mengunjungi bayi Syifa. Kami juga menyerahkan bantuan biaya hidup sebesar Rp10 juta dan bantuan renovasi rumah sebesar Rp40 juta. Dana itu merupakan UPZ dari Bank Kalsel,” ujar wali kota Hj Erna Lisa Halaby pada saat kunjungan kedua.
Rasa empati Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby bisa diacungi jempol, disela-sela kesibukan beliau bekerja, beliau menyempatkan diri mengunjungi salah seorang warganya yang sedang sakit di Rumah Sakit Jantung Jakarta.
Muhammad Salha Taufik warga Komplek Griya Milenia Residance Landasan Ulin Utara itu mengalami sakit kebocoran jantung dan infeksi selaput jantung yang sedang menjalani operasi di Jakarta, mengetahui perihal itu, Lisa menyempatkan diri untuk menjenguk dan memastikan warganya mendapatkan pelayanan maksimal.
Bahkan tidak hanya sakadar menjenguk, Lisa juga mendoakan agar Salha diberikan kekuatan dan keabahan dalam menjalani cobaan.
“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan, kesabaran, dan kesembuhan untuk ananda Sahla. Mari kita bersama-sama mendoakan agar segera pulih, sehat kembali, dan dapat bersekolah dan beraktivitas,” ucapnya.
Tidak hanya sampai disitu, kepedulian seorang pemimpin yang layak menjadi inspirasi bagi generasi Emas Banjarbaru, juga merespon keluhan warganya yang menyandang tumor dan tidak mampu berobat. Kala itu Lisa langsung menginstruksikan pihak RS Idaman untuk melakukan operasi yang biayanya ditanggung oleh pemerintah. Berkat kesigapan itu akhirnya tumor seberat 13 kilo itu bisa diopersi dengan lancar.

Sektor infrastruktur juga tidak luput dari kesigapan wali kota perempuan pertama di Kota Banjarbaru ini, tidak jarang wali kota turun lansung ke lapangan untuk melakukan pengecekan jalan rusak, drainase dari laporan masyarakat yang menghubungi langsung ke beliau.
Dari hasil sidask tersebut, Lisa Halaby langsung memberikan instruksi kepada jajaran dinas PUPR melakukan perbaikan, salah satunya adalah keluahan jalan rusak di jalan Sri Wijaya, tidak berselang lama seusai ditinjau lokasi langsung dilakukan perbaikan.
Bahkan demia memastikan keluhan masyarakat terkait infrastruktur, Lisa Halaby menugaskan seluruh Lurah dan Camat untuk meninjau langsung ke lokasi apabila ada keluhan di wilayahnya, apa yang dilakukan Lisa ini membuktikan bahwa secara manajerial kepemimpinan tidak diragukan lagi.
Di sisi lain, sebagai leader Lisa cukup cepat dalam menyikapi sejumlah persoalan di pemerintahan, sebut saja ketika muncul pemberitaan bahwa Pemko Banjarbaru mempunyai uang simpanan di Bank sekitar Rp 5 Triliun.
Untuk memastikan itu, Lisa langsung bergerak cepat melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat untuk memastikan bahwa uang yang mengendap tersebut bukan milik Pemko Banjarbaru.
Setelah melakukan koordinasi akhirnya isu tersebut bisa terjawab ada salah input dari pihak Bank, melihat semua yang dilakukan Lisa tentu saja sisa kepemimpinannya hingga lima tahun kedepan Banjarbaru akan bisa mewujudkan Banjarbaru yang Elok Maju Adil dan Sejahtera.
Itu mungkin sederat kinerja Lisa Halaby yang dilakukan secara masif bersama tim kecilnya, bahkan mungkin masih banyak kinerja lainnya yang tidak tercatat dalam tulisan ini.
Diluar sederet keinerja itu, dalam setahun Lisa Halaby memimpin Banjarbaru setidaknya sudah memboyong 12 penghargaan tingkat regional dan nasional berkat kinerja seluruh lapisan pegawai Pemko Banjarbaru dan dukungan masyarakat.(*)
