Serangan Tikus Ancam Produktivitas Panen, Petani Bangkal Bergerak Cegah Krisis Pangan Lokal

28 November 2025

NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU — Kekhawatiran terhadap potensi penurunan hasil panen mendorong para petani di Kelurahan Bangkal untuk bertindak cepat. Ancaman hama tikus yang meningkat dalam beberapa pekan terakhir dinilai berpotensi menggangu ketahanan pangan di wilayah tersebut jika tidak segera ditangani.

Mengantisipasi dampak lanjutan, Kelompok Tani Sumber Bahagia dan Brigade Pangan Patriot Maju bersama penyuluh pertanian POPT, dan POTT melakukan Gerakan Pengendalian (Gerdal) Tikus secara terpadu, Rabu (26/11/2025). Langkah ini didukung penuh oleh DKP3 Banjarbaru melalui UPT Pertanian Cempaka.

Menurut Dandy Chaitami, Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), kegiatan tersebut menjadi upaya preventif yang sangat penting mengingat kemampuan tikus berkembang biak dengan cepat dan merusak tanaman dalam jumlah besar.

“Gerakan ini dilakukan secara gotong royong. Kami membersihkan area lahan, menutup lubang-lubang aktif tikus, dan memasang perangkap yang ramah lingkungan,” jelasnya.

~ Advertisements ~

Ia menegaskan, pembersihan dan pengelolaan lingkungan menjadi faktor kunci dalam mencegah eskalasi populasi tikus.

Selain gerakan fisik di lapangan, kelompok tani juga memperluas edukasi kepada masyarakat sekitar. Sosialisasi ditujukan agar warga memahami teknik pengendalian tikus yang aman dan tidak merusak ekosistem lahan.

Pemerintah melalui POPT turut memberikan dukungan sarana pengendalian berupa rodentisida ramah lingkungan berbentuk permen, yang dirancang untuk mudah diaplikasikan tanpa membahayakan hewan peliharaan.

“Bantuan ini menjadi bagian dari strategi menekan risiko gagal panen,” tambah Dandy.

Penyuluh Pertanian Kelurahan Bangkal Tino Lukman Hidayat mengungkapkan, keberhasilan pengendalian hama tidak hanya mengandalkan bahan kimia, tetapi juga pengetahuan petani.

Dalam kegiatan Gerdal, anggota kelompok tani diberikan pelatihan cara mengidentifikasi lubang tikus aktif, teknik penggunaan rodentisida yang benar, hingga pentingnya pengendalian rutin untuk mencegah ledakan populasi.

“Rodentisida yang digunakan berasal dari stok DKP3 sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap upaya menjaga produktivitas lahan. Tujuannya sederhana: memastikan ketahanan pangan daerah tetap terjaga,” ungakpnya.*(nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog