Swadaya 15 Juta Rupiah, Warga Sadang Relakan Tanah Demi Jalan Usaha Tani

by
13 Februari 2026
Alat berat yang disewa warga bekerja. membuka akses jalan. (Foto : Kuntari / newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, YOGYAKARTA – Semangat gotong royong ditunjukkan warga Dusun Sadang, Kalurahan Tanjungharjo, Kapanewon Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo. Sebanyak 225 kepala keluarga (KK) rela melepas sebagian tanahnya untuk membuka akses jalan usaha tani yang selama ini dinilai menyulitkan aktivitas pertanian dan ekonomi warga.

Ketua LPMK Tanjungharjo, Suparjo mengatakan, pembukaan jalan tersebut menjadi bukti kekompakan warga. Jalan sepanjang 440 meter dengan lebar tiga meter itu menghubungkan RW 12 dan RW 13 Dusun Sadang sekaligus membuka akses menuju Banyuroto.

“Semua yang terdampak setuju dan bahkan senang karena nantinya jalan ini juga bisa dimanfaatkan bersama,” ujar Suparjo, Jumat (13/2/2026).

Dukuh Sadang, Pargono menambahkan, selama ini petani harus menempuh jarak sekitar tiga kilometer untuk mengangkut hasil panen melalui akses yang memutar. Kondisi tersebut membuat biaya transportasi meningkat. Berangkat dari persoalan itu, warga berinisiatif membuka jalan secara mandiri dengan menyewa alat berat.

~ Advertisements ~

“Dana sekitar Rp 15 juta murni swadaya masyarakat,” katanya.

Meski akses dasar telah terbuka, warga kini menghadapi kendala pembangunan jembatan sepanjang 12 meter karena jalur tersebut melintasi saluran irigasi. Estimasi anggaran pembangunan jembatan mencapai Rp 2 miliar, angka yang dinilai di luar kemampuan warga.

Pargono berharap pemerintah daerah dapat turun tangan membantu pembangunan jembatan agar jalan yang telah dirintis dapat berfungsi optimal. Terlebih, akses tersebut tidak hanya mendukung distribusi hasil pertanian, tetapi juga pengembangan sektor kerajinan tangan yang menjadi mata pencaharian mayoritas warga.

Rencananya, jalan yang telah dibuka akan disempurnakan melalui program TMMD 2027 oleh TNI dengan pengecoran badan jalan.

Sementara itu, Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Nanggulan, Heri Kurniawan, menyatakan pihaknya telah menyampaikan kebutuhan tersebut secara lisan kepada DPU-PKP Kulon Progo. Namun, realisasi masih terkendala efisiensi anggaran.

“Kami diminta menyusun proposal resmi dan akan segera kami tindaklanjuti. Kami juga berencana melakukan audiensi dengan DPRD agar kebutuhan ini bisa mendapat perhatian,” ujarnya. (nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog