NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan diperkuat, sebanyak 350 personel gabungan gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Dinas Perkebunan Peternakan, dan relawan perusahaan diterjunkan di area seluas kurang lebih 900 hektare.
Untuk mengatasi kekurangan air pihaknya akan memasang 10 unit kolam bioflok untuk mengatasi kendala kekurangan air di lapangan.
Hal itu disampaikan oleh Kapolda Kalsel Irjen. Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.H., S.I.K., M.H, saat Rakor bersama Wamenko Bidang Pangan, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P, Gubernur Kalsel, H Muhidin dan sejumlah pejabat lain baik dari Dinas terkait maupun akademisi Unlam di Posko Induk Polda Kalsel dalam penanganan karhutla Rabu 20 Agustus 2026.
“Dalam rangka menangani Karhutla ini Polda bersama dengan rekan-rekan dari TNI dari BPBD dari Dinas Perkebunan Peternakan kemudian dibantu juga dari beberapa perusahaan terus melakukan upaya-upaya pemadaman. Total personil yang kita libatkan di sini kurang lebih tiga ratus lima puluh personel, akan dibagi menjadi tiga shift nantinya,” ujar Kapolda kepada sejumlah media.
Kapolda juga mengatakan Posko utama didirikan di Pengyuan, Landasan Ulin Selatan, ditambah beberapa posko lain di sekitar area untuk mempercepat respons.
Atasi Kekurangan Air dengan Kolam Bioflok
Tantangan utama di lapangan adalah tidak adanya sumber air. Untuk itu, Pemprov Kalsel bersama Polda menyiapkan kolam bioflok yang bisa dipindah-pindah.
“Tantangan utama di sini adalah eh air di sini tidak ada air sehingga yang disampaikan Bapak Gubernur tadi kami eh bersama-sama dengan pemprov ini mencoba mencari sumber air di sini dan alhamdulillah hari ini ketemu satu yang airnya cukup besar,” jelasnya.
Kapolda mengatakan saat ini 10 unit kolam bioflok sudah siap, enam unit di antaranya langsung dipasang dan bisa digunakan dan setiap kolam berkapasitas 12.000 liter.
“Yang sudah siap kita pasang itu ada sepuluh hari, enam siap bisa digunakan enam bioflok dan per kolam ini ada dua belas ribu liter,”ucapnya.
Untuk memudahkan jangkauan air, sistem estafet air juga diterapkan.
“Air diisi di pinggir jalan lalu didistribusikan mendekat ke titik api agar pemadaman lebih cepat. Ke depan, sesuai arahan Menko, kebutuhan kolam akan ditambah hingga 144 unit untuk mencukupi 900 hektar tersebut,”tegasnya.
Libatkan Akademisi dan Ajak Warga Buat Biopori
Guna mencegah api muncul kembali di lahan gambut, tim gabungan menggandeng akademisi, hadir Profesor Ahmad dan Doktor Ayu dari Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat untuk memberikan saran teknis.
Kapolda juga menyampaikan untuk langkah pencegahan jangka panjang juga disiapkan dengan mengajak pemilik lahan membuat biopori.
“Kita juga akan mengajak masyarakat terutama masyarakat pemilik lahan untuk bisa membuat biopori di lahannya masing-masing. Harapannya kebakaran seperti ini pada musim kemarau tidak lagi terulang lagi dan dengan adanya biopori itu lahan-lahan ini terutama yang di bawah tanah ini menjadi lembap jadi tidak berulang lagi setelah kita padamkan,” bebernya.
Untuk diketahui Polda Kalsel juga mendirikan Dua dapur lapangan di Guntung Damar dan Pengayuan, dapur ini menyediakan makan dan minum gratis bagi TNI, Polri, BPBD, dan relawan yang bertugas di lapangan.
“Polda dalam hal ini dari Brimob bersama-sama teman-teman dari TNI menyiapkan dapur lapangan di Posko Guntung Damar dan di Pengayuan ini. Selain itu juga ada watter treatment yang dapat digunakan oleh rekan-rekan semua baik TNI, Polri, BPBD, relawan kita siapkan makan dan minum di sini,” terangnya.
Dengan kombinasi serta langkah-langkah tersebut, Kapolda berharap apabila muncultitik api maupun pembasahan cepat dilakukan.
“Dengan pemasangan bioflok ketersediaan air bisa mencukupi dan pencegahan karhutla di Kalsel dapat ditekan dan tidak meluas di sisa musim kemarau,”pungkasnya.(nw)
