NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Setelah adanya laporan terkait kondisi sarana prasarana (Sarpras) sejumlah sekolah di Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru, Komisi I dan III DPRD Kota Banjarbaru melakukan kunjungan lapangan.
Mereka menggandeng Dinas Pendidikan dan Dinas PUPR dalam melakukan kunjungan untuk melihat kondisi lapangan yang sebenarnya.
Dua sekolah yang dikunjungi yaitu SDN 1 Landasan Ulin Utara di jalan Sukamar dan SMPN 10 Banjarbaru di Landasan Ulin Barat, setelah melihan kondisi sekolah, SMPN 10 menjadi atensi para wakil rakyat tersebut.
Menanggapi kondisi ini Ketua Komisi I DPRD Banjarbaru, Ririk Sumari R mengatakan, pihaknya akan memperjuangkan proses rehabilitasi ruangan sekolah dan sejumlah sarana dan prasarana lainnya.
“Nanti coba kita anggarkan di tahun 2027, harapannya bisa dikerjakan di tahun yang sama,” ujarnya seusai kunjungan lapangan, Selasa (13/10/2026).
Politisi PKB itu menyebut, kondisi lantai yang hampir ambruk turut menjadi catatan, aa memastikan, pihaknya akan memperjuangkan alokasi anggaran perbaikan ini di tahun anggaran mendatang.
“Seandainya anggaran yang ada belum mencukupi, kita akan mengajukan opsi penganggaran perbaikan di APBD Perubahan 2027. Karena ini sifatnya urgent , tadi kalau kita lihat ini bisa menggangu keselamatan peserta didik kita. Memang harus segera kita kerjakan,” bebernya.
Saat mengunjungi SDN 1 Landasan Ulin Utara, Ririk menilai diperlukan pembersihan drainase yang berada di wilayah sekolah,pasalnya setiap musim penghujan sekolah tergenang.
“Kami meminta Dinas PUPR segera melakukan kegiatan pembersihan drainase di sekolah ini. Walaupun ada genangan, tetapi mungkin durasinya tidak akan lama karena kita harapkan kondisi air bisa berjalan cukup lancar,” harapnya.
Terpisah, Kabid Sumber Daya Air (SDA) PUPR Banjarbaru, Muhammad Deny Pramudji mengakui masih ada beberapa sekolah yang tergenang saat banjir, melihat kondisi ini, PUPR Banjarbaru kata Deny akan mengupayakan penanganan lebih cepat.
“Kami akan mengusahakan dengan maksimal tahap-tahap pembersihan agar penanganan lainnya lebih cepat,” ujar Deny.
Ia menjelaskan, kondisi sekolah yang tergenang berada di kawasan kontur wilayah yang rendah.
“Memang ada tahap intervensi, khususnya langkah-langkah yang akan kita kerjakan,” pungkasnya.(nw)
