Tokoh Seni dan Sastra Balangan, H Fahmi Wahid Tutup Usia

by
13 Januari 2026
[17.11, 10/1/2026] amin kuntari Yogya: Tokoh Seni dan Sastra Balangan, H Fahmi Wahid Tutup Usia NEWSWAY.CO.ID, BALANGAN - Dunia seni dan budaya di Kabupaten Balangan berduka. H Fahmi Wahid, tokoh seni sekaligus Ketua Dewan Kesenian Balangan, meninggal dunia pada Sabtu (10/1/2026). Almarhum H Fahmi dikenal luas sebagai penyair dan penulis yang konsisten mengabdikan diri pada pengembangan seni, sastra, serta kebudayaan daerah. Kabar wafatnya Fahmi Wahid dibenarkan oleh rekan dekat almarhum, Faisal Rahman. Ia menyampaikan, almarhum meninggal dunia di kediamannya. Menurut keterangan keluarga, Fahmi Wahid sempat beristirahat seperti biasa pada malam sebelumnya. “Beliau tidur nyenyak. Pagi hari sekitar pukul 09.00 Wita belum bangun, lalu dicek oleh keluarga. Saat itu diketahui beliau sudah meninggal dunia,” tutur Faisal. Faisal menambahkan, meski pihak keluarga tidak menjelaskan secara rinci riwayat penyakit almarhum, Fahmi Wahid diketahui sempat menjalani perawatan medis di rumah sakit selama kurang lebih satu pekan. Pada 31 Desember 2025, almarhum telah diperbolehkan pulang dan dinyatakan dalam kondisi membaik. “Setelah keluar dari rumah sakit, kondisinya terlihat sehat. Karena itu kepergian beliau cukup mengejutkan,” ujarnya. H Fahmi Wahid lahir di Barabai pada 3 Agustus 1964. Selain pernah mengabdi sebagai aparatur di lingkungan Kementerian Agama, ia dikenal sebagai sastrawan yang produktif. Karya-karyanya banyak merekam realitas sosial, budaya, dan kehidupan masyarakat Banua, baik melalui puisi maupun tulisan lainnya. Sejumlah karya yang telah diterbitkan antara lain Suara Orang Pedalaman (2016), Perjalanan Debu (2018), Tandik Meratus (2019), serta Rista Kabak Burung di Tanah Banyu (2021) yang ditulis menggunakan bahasa Banjar. Melalui karya-karya tersebut, Fahmi Wahid turut berperan dalam menjaga dan memperkenalkan kekayaan budaya lokal. Atas dedikasinya di bidang sastra, almarhum pernah menerima Hadiah Seni Bidang Sastra dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan pada 2011. Di tingkat daerah, ia dipercaya memimpin Dewan Kesenian Balangan untuk periode 2023–2027 dan aktif terlibat dalam berbagai kegiatan pembinaan seni dan literasi. Pegiat seni asal Batumandi, Fahrul Razi, menilai Fahmi Wahid sebagai figur penting dalam ekosistem kesenian di Balangan. Menurutnya, almarhum tidak hanya berkarya, tetapi juga berperan sebagai penggerak yang membuka ruang bagi tumbuhnya kreativitas, khususnya di kalangan generasi muda. “Beliau banyak mendorong anak-anak muda untuk berkarya dan tetap mengenal akar budaya daerah,” ujarnya. Kepergian H Fahmi Wahid meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, komunitas seni, serta masyarakat Kabupaten Balangan. Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga masih mempersiapkan prosesi pemakaman.(nw) [17.11, 10/1/2026] amin kuntari Yogya: H Fahmi Wahid semasa hidup dikenal sebagai tokoh kesenian dan sastra di Kabupaten Balangan. (Foto: istimewa/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, BALANGAN – Dunia seni dan budaya di Kabupaten Balangan berduka. H Fahmi Wahid, tokoh seni sekaligus Ketua Dewan Kesenian Balangan, meninggal dunia pada Sabtu (10/1/2026).

Almarhum H Fahmi dikenal luas sebagai penyair dan penulis yang konsisten mengabdikan diri pada pengembangan seni, sastra, serta kebudayaan daerah.

Kabar wafatnya Fahmi Wahid dibenarkan oleh rekan dekat almarhum, Faisal Rahman. Ia menyampaikan, almarhum meninggal dunia di kediamannya. Menurut keterangan keluarga, Fahmi Wahid sempat beristirahat seperti biasa pada malam sebelumnya.

“Beliau tidur nyenyak. Pagi hari sekitar pukul 09.00 Wita belum bangun, lalu dicek oleh keluarga. Saat itu diketahui beliau sudah meninggal dunia,” tutur Faisal.

Faisal menambahkan, meski pihak keluarga tidak menjelaskan secara rinci riwayat penyakit almarhum, Fahmi Wahid diketahui sempat menjalani perawatan medis di rumah sakit selama kurang lebih satu pekan. Pada 31 Desember 2025, almarhum telah diperbolehkan pulang dan dinyatakan dalam kondisi membaik.

“Setelah keluar dari rumah sakit, kondisinya terlihat sehat. Karena itu kepergian beliau cukup mengejutkan,” ujarnya.

H Fahmi Wahid lahir di Barabai pada 3 Agustus 1964. Selain pernah mengabdi sebagai aparatur di lingkungan Kementerian Agama, ia dikenal sebagai sastrawan yang produktif. Karya-karyanya banyak merekam realitas sosial, budaya, dan kehidupan masyarakat Banua, baik melalui puisi maupun tulisan lainnya.

Sejumlah karya yang telah diterbitkan antara lain Suara Orang Pedalaman (2016), Perjalanan Debu (2018), Tandik Meratus (2019), serta Rista Kabak Burung di Tanah Banyu (2021) yang ditulis menggunakan bahasa Banjar. Melalui karya-karya tersebut, Fahmi Wahid turut berperan dalam menjaga dan memperkenalkan kekayaan budaya lokal.

Atas dedikasinya di bidang sastra, almarhum pernah menerima Hadiah Seni Bidang Sastra dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan pada 2011. Di tingkat daerah, ia dipercaya memimpin Dewan Kesenian Balangan untuk periode 2023–2027 dan aktif terlibat dalam berbagai kegiatan pembinaan seni dan literasi.

Pegiat seni asal Batumandi, Fahrul Razi, menilai Fahmi Wahid sebagai figur penting dalam ekosistem kesenian di Balangan. Menurutnya, almarhum tidak hanya berkarya, tetapi juga berperan sebagai penggerak yang membuka ruang bagi tumbuhnya kreativitas, khususnya di kalangan generasi muda.

“Beliau banyak mendorong anak-anak muda untuk berkarya dan tetap mengenal akar budaya daerah,” ujarnya.

Kepergian H Fahmi Wahid meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, komunitas seni, serta masyarakat Kabupaten Balangan. Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga masih mempersiapkan prosesi pemakaman.(nw)

Reporter: M. Nasrullah

Tinggalkan Balasan