NEWSWAY.CO.ID, KALSEL – Gubernur Kalsel Haji Muhidin memberikan pujian serta apresiasi kepada ratusan kepala desa (kades) atau pembakal yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kalimantan Selatan.
Dikatakan, para kades/pembakal itu sukarela patungan dana agar bisa melakukan silaturahmi sekaligus buka puasa bersama dengan Gubernur H Muhidin dan Ketua APDESI Pusat, Junaedhi Mulyono, serta pejabat lainnya, Sabtu (07/03/2026) di Hotel Grand Maya Kilometer 21 Banjarbaru.
Kepada wartawan Muhidin menyampaikan apresiasi luar biasa terhadap inisiatif tersebut. “Tidak ada bantuan apapun, kalau di daerah lain mungkin tidak ada perkumpulan seperti ini. Aku salut, mungkin lain kali akan kita bantu,” ujar Muhidin usai pertemuan.
Turut hadir dalam kegiatan, anggota DPD RI asal Kalsel, Muhammad Hidayatollah, anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan dari Fraksi PAN, Adrizal, dan Ketua Fraksi PKB DPRD Kalsel, Suripno Sumas serta pejabat lainnya. Atas usulan gubernur juga, panitia silaturahmi daerah APDESI se- Kalsel ini menghadirkan Kepala Kanwil Kementerian Hukum Kalsel, Alex Cosmas Pinem yang menyampaikan penyuluhan seputar hukum dan keberadaan Pos Bantuan Hukum (Posbankum) di desa.

Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, khusus jajaran Kementerian Hukum yang sudah menyediakan pos bantuan hukum (posbankum) di seluruh desa/kelurahan se Kalsel. “Kita dengar masyarakat hampir seribu (kasus) sudah terbantu dengan adanya pos bantuan hukum ini,” ujar Muhidin.
Dalam kesempatan itu Muhidin juga memberi saran kepada perguruan tinggi atau universitas yang memiliki program studi hukum untuk menempatkan mahasiswanya dalam program KKN ke desa desa, memberikan pemahaman kepada masyarakat.
Yang juga tak luput dari perhatian dan diingatkan gubernur adalah agar para kades mengingatkan warganya untuk tidak membakar lahan. “Tindakan ini bisa diancam kurungan penjara,” ingatnya.
Sementara Ketua APDESI Kalsel Akhmad Riqjali Nasution melaporkan bahwa pertemuan ini dihadiri lebih dari 700 orang. “Silaturahmi dimaksudkan untuk merekatkan persaudaraan para kepala desa, dan menjadi wahana saling bertukar pikiran, serta bersinergi untuk menjawab tantangan pengelolaan desa masing-masing,” ujarnya (adpim)
