2 Hari Tak Kembali, Pemancing Diduga Tenggelam Di Sungai Durait HSU

by
14 November 2023
Saat tim SAR gabungan tengah melakukan proses penyisiran sungai mencari korban diduga tenggelam di Desa Hambuku, Kabupaten HSU, Selasa (14/11). (Foto: Basarnas Banjarmasin)

NEWSWAY.ID, HSU – Basarnas Banjarmasin menerima info terkait 1 orang atas nama Bastuni warga desa Hambuku Baru, Kecamatan Babirik, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) diduga tenggelam di sungai Durait, setelah tak kembali selama 2 hari saat memancing, pada Selasa (14/11/2023).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banjarmasin Al Amrad menjelaskan, kronologi kejadian korban Bastuni yang merupakan Tuna Rungu dan Tuna wisma pergi memancing di Sungai Durait seorang diri pada hari minggu, 12  November 2023 sekitar pukul 14.00 Wita. 

Dengan disaksikan warga tetangga korban, kesehariannya suka memancing hingga sore hari, namun setelah sore hari tak kunjung kembali, hingga masyarakat sekitar coba mencari.

“Dan hingga hari ini korban masih belum kembali,” ucap Amrad.

Setelah menerima laporan tersebut, Basarnas Banjarmasin langsung menurunkan 1 tim dari Unit siaga SAR Tabalong untuk melakukan pencarian  ke lokasi.

Sementara itu, Koordinator Lapangan Aris Wintoko mengatakan, saat ini Tim sedang melakukan proses pencarian terhadap korban.

“Kami coba membagi tim, ada yang melakukan proses penyisiran ke arah hulu dan hilir sungai, kami dari tim SAR gabungan akan mengoptimalkan pencarian dan semoga korban segera ditemukan dalam keadaan selamat,” pungkas Aris.

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog

[10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: Pasar murah di Halaman Kantor Bupati Banjar (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id) [10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar Sediakan Beras Lokal dan Ikan Bersubsidi di Pasar Murah Kantor Bupati Banjar NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar menyediakan beras lokal dan ikan bersubsidi pada kegiatan pasar murah yang digelar di halaman Kantor Bupati Banjar, Rabu (11/03/2026) hingga Kamis (12/03/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penutupan pasar murah Ramadan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Banjar selama dua hari untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau. Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP Kabupaten Banjar, M. Hamdani mengatakan, pihaknya menyiapkan dua komoditas utama dalam kegiatan tersebut, yakni beras lokal serta ikan air tawar. “Untuk hari ini kami menjual beras lokal jenis unus. Per kantong dijual seharga Rp40 ribu dengan isi 4 liter. Harga tersebut sudah mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah sebesar Rp20 ribu per kantong,” ujarnya. Ia menjelaskan, pada hari pertama kegiatan pihaknya menyiapkan sekitar 200 kantong beras atau setara 400 liter. Jumlah yang sama juga akan kembali disediakan pada hari kedua kegiatan pasar murah. Selain beras, DKPP juga membawa ikan air tawar yang terdiri dari ikan nila dan ikan patin. Kedua jenis ikan tersebut dijual dengan harga lebih murah karena mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah. “Untuk ikan nila dan patin ini kita berikan subsidi sekitar Rp10 ribu per kilogram dibandingkan harga pasar,” jelas Hamdani. Pada hari pertama pasar murah, DKPP menyiapkan sekitar 100 kilogram ikan nila dan patin. Stok yang sama juga akan disediakan kembali pada hari berikutnya. Ia mengatakan, antusiasme masyarakat terhadap pasar murah tersebut cukup tinggi karena harga komoditas yang dijual lebih murah dibandingkan harga pasar. “Antusias masyarakat cukup tinggi. Ada juga yang belum kebagian hari ini dan kemungkinan akan membeli besok karena stok hari ini sudah terbatas,” katanya. Untuk pemerataan, pembelian komoditas dibatasi satu paket untuk setiap orang. Selain itu masyarakat juga diwajibkan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar saat melakukan pembelian. “Setiap orang hanya bisa membeli satu paket dengan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar agar bantuan ini tepat sasaran,” pungkasnya.(nw) [10.58, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar sediakan Ikan bersubsidi di Pasar Murah. (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id)