Persolan PJU Pemko Lakukan Kajian, Kedepan Rencananya Diserahkan Pihak Ketiga

by
3 April 2024
Ruas jalan A Yani KM 26,9 terlihat gelap karena sejumlah lampu PJU mati. (Foto : suroto/newsway)

NEWSWAY.ID, BANJARBARU – Persoalan Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kota Banjarbaru ternyata masih menjadi keluhan masyarakat karena seringnya mati.

Salah satu titik lampu PJU yang mati ada di Jalan A Yani KM 26,9 dari depan Novotel sampai ke kantor Radar Banjarnasin.

Dari pantauan media ini ada sekitar 15 lampu yang mengalami kerusakan hingga tidak menyala sudah sekitar lima hari ini.

Terkait hal itu Pemko Banjarbaru kabarnya sedang malakukan pengkajian, untuk menyelesaikan permasalahan Penerangan Jalan Umum (PJU).

Wali Kota Bajarbaru Aditya Mufti Ariffin mengatakan kedepan pihaknya akan bekerjasama dengan pihak ketiga untuk menyelesaiakan persoalan PJU di Banjarbaru.

Pasalnya memurut orang nomor satu di Banjarbaru itu, keterlibatan pihak ketiga penting untuk meningkatkan layanan PJU kepada masyarakat.

“Kami mengakui bahwa SDM yang ada saat ini masih sangat kurang, itu salah satu faktor kenapa penanganan PJU yang mati kadang terlambat. Berkaca dari itu kami sudah mengkaji untuk pelaksanaan PJU melibatkan pihak ketiga. Merekalah yang nantinya akan melakukan pemasangan, pengawasan, perawatan,” katanya saat ditemui di seebuah acara.

Aditya mengharapkan dengan menggandeng pihak ketiga, bisa mengakomodir semua persoalan PJU yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.

Sebab menurutnya di Kota Banjarbaru masih kekurangan PJU sekitar 14 sampai 17 ribu titik.

“Dengan kerjasama pihak ketiga maka diharapkan bisa diselesaikan dalam kurun waktu satu tahun untuk menyelesaikan pemasangan. Tetapi kalau hanya mengandalkan sumberdaya yang ada, maka pemasangan dalam satu tahun hanya 1.000 sampai 2.000 dan itu sudah maksimal,” jelasnya.

Lebih jauh, Aditya tetap meminta partisipasi masyarakat, untuk melapor bila menemukan adanya PJU bermasalah.

“Silahkan melapor melalui aplikasi atau secara langsung ke Disperkim, laporan pasti akan segera ditindaklanjuti,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Abdussamad juga mengakui bahwa pihaknya memang kekurangan sumber daya manusia untuk bisa cepat menangani persoalan PJU.

“Petugas kami yang keliling cuma ada satu orang untuk melakukan pengecekkan ke lapangan di mana saja ada titik yang mati. Kami akan melalukan perbaikan tetapi memang tidak bisa cepat, karena banyak laporan yang masuk,” jelasnya.

Samad sapaan akrabnya juga mengaku bahwa keterkaitan PJU di jalan A Yani depan Novotel sudah ada masyarakat yang melapor melalui aplikasi.

“Ya untuk PJU di Novotel sampai kantor Radar Banjarmasin ada laporan ke kami. Kami sedang melakukan persiapan untuk melakukan perbaikan, semoga bisa segera kami selesaikan,” tandasnya seraya mengatakan agar masyarakat bisa melapor kalau ada persoalan PJU yang mati.

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog

[10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: Pasar murah di Halaman Kantor Bupati Banjar (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id) [10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar Sediakan Beras Lokal dan Ikan Bersubsidi di Pasar Murah Kantor Bupati Banjar NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar menyediakan beras lokal dan ikan bersubsidi pada kegiatan pasar murah yang digelar di halaman Kantor Bupati Banjar, Rabu (11/03/2026) hingga Kamis (12/03/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penutupan pasar murah Ramadan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Banjar selama dua hari untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau. Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP Kabupaten Banjar, M. Hamdani mengatakan, pihaknya menyiapkan dua komoditas utama dalam kegiatan tersebut, yakni beras lokal serta ikan air tawar. “Untuk hari ini kami menjual beras lokal jenis unus. Per kantong dijual seharga Rp40 ribu dengan isi 4 liter. Harga tersebut sudah mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah sebesar Rp20 ribu per kantong,” ujarnya. Ia menjelaskan, pada hari pertama kegiatan pihaknya menyiapkan sekitar 200 kantong beras atau setara 400 liter. Jumlah yang sama juga akan kembali disediakan pada hari kedua kegiatan pasar murah. Selain beras, DKPP juga membawa ikan air tawar yang terdiri dari ikan nila dan ikan patin. Kedua jenis ikan tersebut dijual dengan harga lebih murah karena mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah. “Untuk ikan nila dan patin ini kita berikan subsidi sekitar Rp10 ribu per kilogram dibandingkan harga pasar,” jelas Hamdani. Pada hari pertama pasar murah, DKPP menyiapkan sekitar 100 kilogram ikan nila dan patin. Stok yang sama juga akan disediakan kembali pada hari berikutnya. Ia mengatakan, antusiasme masyarakat terhadap pasar murah tersebut cukup tinggi karena harga komoditas yang dijual lebih murah dibandingkan harga pasar. “Antusias masyarakat cukup tinggi. Ada juga yang belum kebagian hari ini dan kemungkinan akan membeli besok karena stok hari ini sudah terbatas,” katanya. Untuk pemerataan, pembelian komoditas dibatasi satu paket untuk setiap orang. Selain itu masyarakat juga diwajibkan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar saat melakukan pembelian. “Setiap orang hanya bisa membeli satu paket dengan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar agar bantuan ini tepat sasaran,” pungkasnya.(nw) [10.58, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar sediakan Ikan bersubsidi di Pasar Murah. (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id)