Honor Tak Kunjung Dibayarkan, PPS Kabupaten Banjar Layangkan Surat Terbuka Untuk KPU RI

by
13 Mei 2024
ketidakjelasan nasib honor yang belum dibayarkan, seluruh PPS di Kabupaten Banjar merasa kecewa (foto.juwita/newsway.id)

NEWSWAY.ID, MARTAPURA – Tak tahan dengan ketidakjelasan serta nasib honor yang belum dibayarkan, seluruh PPS di Kabupaten Banjar merasa kecewa dan melayangkan surat terbuka kepada Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) pada Sabtu (11/5/2024).

Dalam surat terbuka itu, PPS se Kabupaten Banjar menyampaikan, bahwa mereka telah bekerja, bahkan dalam sehari 24 jam agar pemilu 2024 berjalan lancar.

Mereka kemudian mempertanyakan bagaimana bisa tugas mereka sudah selesai tetapi honor belum juga diterima hingga masa tugas berakhir.

Surat terbuka tersebut juga ditembuskan ke KPU Kabupaten Banjar, KPU provinsi Kalimantan Selatan dan PPK Kecamatan Martapura.

~ Advertisements ~

Disampaikan Ketua PPS Desa Labuan Tabu Muhammad Yusri bahwa alasan pihaknya membuat surat tersebut karena honor mereka di bulan Maret belum juga dilunasi, dengan total Rp1,5 juta untuk ketua, dan Rp1,3 juta untuk anggota.

“Isinya hanya meminta hak kami saja, untuk di Martapura sendiri ada 26 desa, semuanya sama sekali belum dibayar sampai dua bulan ini,” ungkapnya.

~ Advertisements ~

Tidak hanya itu, pembayaran honor PPS juga sempat ditunggak sampai dua bulan, walau sebelumnya diterima dalam keadaan full.

“Untuk pertama-tama memang lancar saja, tapi memang sempat ada beberapa kali tertunggak hingga dua bulan,” ujar Yusri.

Menurut Yusri, pihak KPU terlalu banyak alasan untuk membayar honor PPS.

“Macam-macam alasan mulai dari uang yang kurang, kekurangan uangnya juga tidak ada suratnya hanya disampaikan melalui pesan WhatsApp,” tuturnya.

Yusri berharap, PPS sebagai petugas yang terjun langsung dalam kelancaran pemilu harusnya segera dipenuhi haknya.

honor PPS belum dibayar karena masih menunggu hasil review dari BPKP. (foto.juwita/newsway.id)

Sementara itu, Sekretaris KPU Kabupaten Banjar, Mashuriansyah menyampaikan, bahwa honor PPS belum dibayar karena masih menunggu hasil review dari BPKP.

“Untuk bulan Maret di tahun 2024, 12 Kabupaten/Kota bisa dibayarkan dengan hasil review inspektorat jenderal, karena nilainya di bawah Rp 2 miliar dan untuk Kabupaten Banjar di atas Rp 2 miliar belum bisa dibayarkan karena menunggu hasil review dari BPKP,” jelas Mashuriansyah.

Mashuriansyah melanjutkan, KPU RI sudah bersurat ke BPKP pada 24 April lalu, sehingga saat ini pihaknya masih menunggu.

“Ini masih menunggu, mudah-mudahan secepatnya,” pungkas Mashuriansyah.

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog

[10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: Pasar murah di Halaman Kantor Bupati Banjar (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id) [10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar Sediakan Beras Lokal dan Ikan Bersubsidi di Pasar Murah Kantor Bupati Banjar NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar menyediakan beras lokal dan ikan bersubsidi pada kegiatan pasar murah yang digelar di halaman Kantor Bupati Banjar, Rabu (11/03/2026) hingga Kamis (12/03/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penutupan pasar murah Ramadan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Banjar selama dua hari untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau. Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP Kabupaten Banjar, M. Hamdani mengatakan, pihaknya menyiapkan dua komoditas utama dalam kegiatan tersebut, yakni beras lokal serta ikan air tawar. “Untuk hari ini kami menjual beras lokal jenis unus. Per kantong dijual seharga Rp40 ribu dengan isi 4 liter. Harga tersebut sudah mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah sebesar Rp20 ribu per kantong,” ujarnya. Ia menjelaskan, pada hari pertama kegiatan pihaknya menyiapkan sekitar 200 kantong beras atau setara 400 liter. Jumlah yang sama juga akan kembali disediakan pada hari kedua kegiatan pasar murah. Selain beras, DKPP juga membawa ikan air tawar yang terdiri dari ikan nila dan ikan patin. Kedua jenis ikan tersebut dijual dengan harga lebih murah karena mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah. “Untuk ikan nila dan patin ini kita berikan subsidi sekitar Rp10 ribu per kilogram dibandingkan harga pasar,” jelas Hamdani. Pada hari pertama pasar murah, DKPP menyiapkan sekitar 100 kilogram ikan nila dan patin. Stok yang sama juga akan disediakan kembali pada hari berikutnya. Ia mengatakan, antusiasme masyarakat terhadap pasar murah tersebut cukup tinggi karena harga komoditas yang dijual lebih murah dibandingkan harga pasar. “Antusias masyarakat cukup tinggi. Ada juga yang belum kebagian hari ini dan kemungkinan akan membeli besok karena stok hari ini sudah terbatas,” katanya. Untuk pemerataan, pembelian komoditas dibatasi satu paket untuk setiap orang. Selain itu masyarakat juga diwajibkan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar saat melakukan pembelian. “Setiap orang hanya bisa membeli satu paket dengan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar agar bantuan ini tepat sasaran,” pungkasnya.(nw) [10.58, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar sediakan Ikan bersubsidi di Pasar Murah. (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id)