NEWSWAY.CO.ID, BALANGAN – PT Air Minum Sanggam Balangan (AMSB) hingga kini masih belum menggunakan dana penyertaan modal yang dikucurkan Pemerintah Kabupaten Balangan. Padahal, dana senilai Rp20 miliar tersebut telah dikucurkan sejak 2024.
Direktur Utama PT AMSB, Arie Widodo memastikan, kinerja perusahaan yang dipimpinnya menunjukkan tren positif pada 2025 dengan proyeksi perolehan laba. Namun diakui Arie, dana penyertaan modal Rp20 miliar yang dikucurkan Pemkab Balangan pada 2024 masih tersimpan utuh di kas perusahaan.
“Kami belum menggunakan karena pertimbangan teknis dan kehati-hatian,” ujarnya, Kamis (18/12/2025).
Isu yang sempat mencuat di tengah masyarakat terkait lambannya pemanfaatan dana tersebut, dijawab langsung oleh Arie. Ia menegaskan, belum terealisasinya sejumlah kegiatan bukan karena stagnasi, melainkan karena proses perencanaan teknis yang masih disusun oleh konsultan perencana.

“Penyusunan tersebut juga disertai regulasi pendukung,” imbuhnya.
Menurut Arie, manajemen memilih bersikap hati-hati agar setiap langkah yang diambil tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari. Ia memastikan, dana penyertaan modal tersebut tetap aman dan siap digunakan setelah seluruh perencanaan dan regulasi dinyatakan lengkap.
“Kami menunggu perencanaan teknis dan penyempurnaan regulasi selesai. Mudah-mudahan seluruh proses ini bisa rampung pada 2026,” jelasnya.
Meski pelaksanaan proyek fisik akan dimulai pada awal tahun depan, PT AMSB telah menyiapkan cetak biru penggunaan anggaran secara rinci. Dana penyertaan modal tersebut akan difokuskan untuk mendukung transformasi pelayanan air bersih di Kabupaten Balangan.
Sejumlah proyek strategis telah ditetapkan sebagai prioritas, di antaranya peningkatan jaringan utama melalui pembangunan jalur distribusi dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) I Gunung Pandau menuju booster di Kelurahan Batu Piring. Pembangunan jalur ini ditujukan untuk menambah debit air pada booster sehingga pasokan air lebih stabil dan tidak terjadi kekurangan suplai.
Selain itu, PT AMSB juga merencanakan perluasan jaringan perpipaan di Kecamatan Halong dan Juai, guna memperluas cakupan layanan air bersih bagi masyarakat yang belum terjangkau.
Manajemen PT AMSB menegaskan, ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Oleh karena itu, penundaan pelaksanaan proyek dipandang sebagai langkah persiapan agar pembangunan yang dilakukan benar-benar berkualitas, berkelanjutan, serta tidak menimbulkan persoalan administratif di masa mendatang.
“Fokus utama kami adalah meningkatkan pelayanan. Dengan adanya penyertaan modal ini, kami berkomitmen memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan warga Balangan,” pungkas Arie. (nw)
Reporter: M Nasrullah
