BPBD Banjar Pastikan Logistik Banjir Tersalurkan, Didukung BTT, Provinsi hingga BNPB

2 Januari 2026
Penyaluran logistik dari Gudang logistik BPBD Banjar. (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar memastikan ketersediaan dan penyaluran logistik bagi warga terdampak banjir terus berjalan sejak awal status siaga hingga tanggap darurat ditetapkan.

Plt Kalak BPBD Kabupaten Banjar, Yayan Daryanto mengatakan, logistik yang tersedia berasal dari berbagai sumber, mulai dari pengadaan BPBD, tambahan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT), bantuan provinsi, hingga dukungan pemerintah pusat melalui BNPB.

“Terkait banjir yang melanda Kabupaten Banjar, logistik di BPBD berasal dari pengadaan tahun 2025, ditambah anggaran BTT di akhir tahun, bantuan stakeholder perusahaan, bantuan provinsi, dan terakhir dukungan dari BNPB,” ujarnya, Jumat (2/01/2026).

Ia menjelaskan, logistik tersebut difokuskan untuk mendukung operasional dapur umum, baik yang berada di kecamatan maupun dapur terpusat. Sementara untuk dapur umum yang memasak langsung, pengelolaannya berada di bawah Dinas Sosial.

~ Advertisements ~

“BPBD sifatnya membackup. Logistik kami salurkan untuk mendukung dapur-dapur masyarakat dan dapur umum yang sudah beraktivitas,” katanya.

Yayan menegaskan, BPBD Kabupaten Banjar telah melakukan langkah penanganan bencana sejak November 2025 dengan status siaga darurat, kemudian meningkat menjadi tanggap darurat seiring eskalasi banjir.

“Mulai dari evakuasi, pengungsian, distribusi logistik, air bersih, hingga peminjaman peralatan seperti perahu lipat dan perahu polietilen, semuanya sudah berjalan sejak awal kejadian,” jelasnya.

Menanggapi isu penumpukan logistik di gudang, Yayan menepis anggapan tersebut. Menurutnya, logistik yang ada merupakan hasil pengadaan yang datang secara bertahap dan langsung disalurkan sesuai permohonan.

“Itu bukan sidak, tapi RDP dengan DPRD. Kami sudah jelaskan, logistik datang bertahap dan sambil disalurkan, bukan ditumpuk,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Logistik BPBD Kabupaten Banjar, Yanrinaldo Bachidie, mengatakan penyaluran logistik dilakukan berdasarkan permohonan resmi dari desa atau kecamatan disertai data jumlah kepala keluarga dan jiwa terdampak.

“Kami menyalurkan logistik berdasarkan permohonan yang masuk. Setelah data valid, baru disalurkan. Bahkan ada bantuan yang langsung habis karena kebutuhan di lapangan,” ujarnya.

Ia mengatakan, distribusi logistik saat ini tersebar di sejumlah wilayah terdampak, seperti Martapura Barat dan Martapura Timur, dengan peruntukan utama untuk dapur umum, bukan perorangan.

“Per desa tidak ada jatah baku. Kami sesuaikan dengan jumlah KK dan jiwa, karena peruntukannya untuk dapur umum agar bisa menjangkau seluruh warga,” katanya.

Terkait krisis air bersih, Yanrinaldo menyebut BPBD telah melakukan suplai air bersih di beberapa wilayah yang membutuhkan, seperti Martapura Barat dan Sungai Tabuk.

“Air bersih sudah kami distribusikan sesuai permohonan. Untuk wilayah lain, koordinasinya melalui seksi terkait di lapangan,” ujarnya.

BPBD Kabupaten Banjar menyatakan kesiapan logistik masih mencukupi untuk penanganan banjir dalam waktu dekat, sembari terus menyesuaikan dengan perkembangan kondisi dan kebutuhan masyarakat terdampak.(nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog