Perkuat Kesejahteraan Nelayan, Dinas Perikanan Kotabaru Fokus pada Perlindungan Sosial dan Modernisasi Alat Tangkap di 2026

by
13 Januari 2026
Kepala Bidang Pemberdayaan Penangkapan Ikan, Tony Ahmadi ( Foto Rizal/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, KOTABARU – Dinas Perikanan Kabupaten Kotabaru mencatatkan capaian positif dalam upaya peningkatan taraf hidup masyarakat pesisir sepanjang tahun 2025. Melalui sinergi program pusat dan daerah, instansi ini berhasil merealisasikan berbagai bantuan strategis yang menyentuh langsung kebutuhan nelayan kecil di Bumi Saijaan.

Kepala Dinas Perikanan Kotabaru melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Penangkapan Ikan Tony Ahmadi menyampaikan, fokus utama pemerintah daerah adalah memastikan keberlanjutan ekonomi nelayan melalui modernisasi sarana serta jaminan perlindungan sosial.

Sepanjang tahun 2025, Dinas Perikanan telah menyalurkan bantuan fisik secara masif kepada kelompok nelayan di berbagai kecamatan. Bantuan tersebut meliputi:

• Sarana Penangkapan: Mesin kapal (penggerak), alat tangkap ramah lingkungan (seperti jaring rengge/gilnet), serta kotak pendingin (cool box) untuk menjaga kualitas hasil tangkapan.

• Identitas Nelayan: Percepatan penerbitan Kartu KUSUKA (Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan) sebagai syarat utama akses bantuan pemerintah dan permodalan perbankan.

• Jaminan Sosial: Pemberian premi asuransi nelayan (bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan) bagi ribuan nelayan kecil yang dibiayai melalui APBD Kotabaru.

“Tahun 2025 kami pastikan nelayan tidak hanya dibantu secara alat, tetapi juga dilindungi secara sosial. Asuransi ini sangat penting mengingat risiko tinggi yang mereka hadapi saat melaut di tengah cuaca yang sering tidak menentu,” ujar Tony Ahmadi.

Menatap tahun 2026, Dinas Perikanan telah menyusun rencana strategis yang lebih terarah pada kemandirian nelayan. Salah satu prioritas utamanya adalah transisi dari alat tangkap tradisional ke alat tangkap yang lebih modern dan efisien.

“Di tahun 2026, kami menargetkan peningkatan kapasitas armada nelayan kecil, khususnya di bawah 5 GT. Kami ingin nelayan kita memiliki daya jangkau operasional yang lebih luas sehingga hasil tangkapan pun meningkat,” tambahnya.

Tony Ahmadi juga menekankan pentingnya menjaga ekosistem laut. Dinas Perikanan secara rutin melakukan sosialisasi pelarangan penggunaan alat tangkap yang merusak lingkungan.

“Harapan kami di tahun 2026, sektor perikanan Kotabaru semakin tangguh. Kami ingin masyarakat pesisir tidak lagi sekadar bertahan hidup, tapi benar-benar sejahtera melalui potensi kelautan yang dikelola secara bijak dan modern,” pungkasnya. (nw)

Reporter : Rizal)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog