Dinas PMD Banjar Matangkan Persiapan Pilkades Serentak 2026 di 20 Desa

5 Februari 2026
Rakor persiapan pilkades Kabupaten Banjar di 20 desa. (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Banjar menggelar rapat koordinasi awal sebagai bagian dari persiapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Tahun 2026. Rapat tersebut melibatkan unsur kecamatan dan pihak terkait guna menyamakan langkah sejak tahap awal.

Kepala Dinas PMD Kabupaten Banjar, Muhammad Hafizh Anshari mengatakan, rapat ini difokuskan pada penyampaian rencana tahapan pelaksanaan Pilkades yang dijadwalkan berlangsung pada 22 Juli 2026, meski masih bersifat tentatif dan dapat menyesuaikan perkembangan di lapangan.

“Rapat hari ini membahas gambaran umum tahapan, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan Pilkades. Ini masih tahap awal agar seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Pilkades Serentak 2026 direncanakan akan diikuti oleh 20 desa yang tersebar di 11 kecamatan di Kabupaten Banjar. Desa-desa tersebut berada di wilayah Kecamatan Aluh-Aluh, Gambut, Martapura, Sungai Tabuk, Paramasan, Martapura Barat, dan Martapura Timur.

~ Advertisements ~

Hafizh mengungkapkan, tahapan Pilkades nantinya mengacu pada peraturan daerah yang berlaku, dimulai dari tahap persiapan, penyusunan dan penetapan daftar pemilih tetap (DPT), pendaftaran bakal calon, pelaksanaan pemungutan suara, hingga penetapan dan pelantikan kepala desa terpilih.

Terkait persyaratan calon kepala desa, Hafizh menyebutkan ketentuannya masih sama seperti pelaksanaan sebelumnya. Jumlah calon minimal dua orang dan maksimal lima orang, sementara ketentuan calon tunggal hingga saat ini belum diatur secara khusus.

“Untuk persyaratan pendidikan, minimal lulusan SMP atau sederajat. Nantinya juga akan dilakukan verifikasi administrasi dan faktual terhadap seluruh bakal calon,” jelasnya.

Selain membahas tahapan, Dinas PMD juga telah melakukan sejumlah langkah persiapan awal, di antaranya pemetaan desa pelaksana, koordinasi lintas perangkat daerah dan kecamatan, penyusunan rencana kerja, serta inventarisasi kebutuhan anggaran.

“Kami juga menyiapkan sosialisasi awal kepada pemerintah desa dan masyarakat, dengan penekanan pada edukasi demokrasi dan pencegahan konflik sejak dini,” katanya.

Hafizh menegaskan, seluruh proses saat ini masih berada pada tahap persiapan dan belum memasuki pembentukan panitia maupun tahapan teknis Pilkades.

“Harapannya, dengan persiapan lebih awal, pelaksanaan Pilkades Serentak 2026 dapat berjalan aman, tertib, dan demokratis,” pungkasnya.(nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog