NEWSWAY.CO.ID, JAKARTA – Hari kedua Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Banjarbaru Emas melanjutkan audiensi dengan lembaga negara.
Setelah sehari sebelumnya melakukan audiensi dengan ICCN dan Kemenkraf, Jumat (6/02/2026) KEK kembali melakukan audiensi dengan tiga lembaga yaitu Kementerian Pariwisata, Kementrian Kebudayaan dan Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU).
Di Kementrian Pariwisata, KEK Kota Banjarbaru yang dihadiri oleh Sekretaris Umum, M Rifai, Bendahara Umum M Bayu H, Wakil Bendahara Hairullah, Koordinator Bidang Antar Lembaga, Achmad Soni, Koordinator Bidang Kegiatan, Suroto dan Koordinator Bidang Publikasi, Ahdalena.
Dalam pertemuam itu, KEK diterima oleh J Suharbowo Analisis Kebijakan Ahli Muda Deputi Event Kementerian Pariwisata beserta jajaran dengan membahas event daerah, event nasional serta potensi destinasi wisata Kota Banjarbaru.

Salah satu event yang disampaikan adalah Banjarbaru Street Art Festival (BSAF), event tersebut mendapatkan apresiasi oleh jajaran Deputi Bidang Event Kementerian Pariwisata RI.
“Untuk bisa menjadi bagian Kalender Event Nasional (KEN) setidaknya dilaksanakan tiga kali. Setelah itu diajukan untuk dilanjutkan tahap kurasi oleh tim kurasi independen dari Kementerian Pariwisata. BSAF cukup menarik dan mempunyai peluang itu, tinggal bagaimana kedepan BSAF terus dicari formula terbaik hingga layak menjadi event nasional, ” jelas Bowo.
Koordinator Bidang Kegiatan KEK Kota Banjarbaru yang juga Direktur Banjarbaru Street Art Festival, Suroto mengatakan bahwa kedepan BSAF akan terus melakukan inovasi agar menjadi event nasional.
“Audiensi ini sangatlah penting, memberikan pemahaman bagaimana kita meramu event agar menjadi event nasional. Munculnya BSAF yang didorong bisa menjadi event nasional tentu menguatkan KEK melalui jaringan komunitasnya bisa terus melakukan inovasi dalam pengemasan event,” ujarnya.
Ia juga mengatakan bahwa BSAF merupakan event budaya lokal yang menggabungkan dengan para pelaku UMKN dan pelaku Ekraf di Banjarbaru maupun Kalimantan Selatan.
“Tentu BSAF tidak hanya berhenti menjadi event lokal, tetapi bisa menasional bahkan kalau memungkinkan internasional. Dengan adanya audiensi dengan Kementrian Pariwisata ini memberikan gambaran bagaimana event lokal bisa menasional,” ucapnya.
Sementara itu, Bendahara Umum KEK, Bayu membeberkan tentag sejumlah destinasi yang sudah dipetakan di Banjarbaru dan beberapa event yang dilakukan oleh KEK bersama Banjarbaru Emas Kreatif Center dan masyarakat.
Beberapa potensi yang disampaikan adalah rencana Living Museum di Kecamatan Cempaka, Kampung Event di Kecamatan Landasan Ulin, Kampung AI di Kecamatan Banjarbaru utara, Kampung Wadai di Kecamatan Banjarbaru Selatan dan Kampung Budaya Mbaroh di Kecamatan Liang Anggang.
“Banyak potensi yang bisa dikembangkan di Banjarbaru, beberapa potensi atau kampung tematik juga kami sampaikan ke kementerian. Tentu harapan kami kedepan apa yang sudah disampaikan ke kementrian mendapatkan dukungan baik secara pendampingan maupun anggaran,” tegasnya.(nw)
