NEWSWAY.CO.ID, JAWA TENGAH – Praktik demokrasi yang bersih dan bermartabat masih nyata di tingkat akar rumput. Hal itu tergambar dari pemilihan Ketua RT 003 RW 010 di Gang 3 Perumahan Griya Satria, Kelurahan Bantarsoka, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Minggu pagi (15/2/2026).
Sejak pukul 09.00 WIB, warga berdatangan silih berganti untuk menggunakan hak pilihnya. Tidak ada baliho, tidak ada selebaran, apalagi kampanye terbuka maupun praktik politik uang. Pemilihan berlangsung sederhana, tenang, dan penuh kekeluargaan.
Dari 107 pemilih terdaftar, sebanyak 97 warga dewasa ber-KTP menyalurkan hak suara. Tingkat partisipasi ini dinilai tinggi untuk ukuran pemilihan di level rukun tetangga. Seluruh proses dijalankan atas dasar kesadaran bersama.
Empat kandidat maju secara sehat, yakni Aleksander Nainggolan, Edi Santoso, Fakturohman, dan Rizal. Hasil penghitungan menunjukkan Edi Santoso meraih suara terbanyak dengan 41 suara, disusul Fakturohman 23 suara, Rizal 20 suara, dan Aleksander Nainggolan 13 suara.

Penghitungan dilakukan terbuka di hadapan warga. Suasana tetap hangat tanpa riak, bahkan ketika hasil diumumkan. Tepuk tangan ringan terdengar sebagai bentuk apresiasi atas proses demokrasi yang jujur dan damai.
Salah seorang panitia menyampaikan, keterbukaan menjadi prinsip utama agar hasil pemilihan dapat diterima seluruh warga.
“Semua dilakukan terbuka dan disaksikan bersama supaya tidak ada prasangka. Hasilnya murni dari pilihan warga,” ujarnya.
Teknis pemilihan dipandu oleh Supeno, Ujang, Hanto, dan Heru. Namun, pengawasan sejatinya dilakukan bersama oleh seluruh warga yang hadir. Para orang tua, remaja, hingga anak-anak turut menyaksikan, sekaligus belajar tentang arti partisipasi dan tanggung jawab berdemokrasi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan senam sehat bersama, dilanjutkan makan pagi bersama. Kartu suara juga telah dibagikan sehari sebelumnya secara door to door oleh tim PKK dan kelompok dawis, sehingga tidak ada warga yang terlewat.
Ketua RT masa bakti 2023–2026, Irfing Permana, mengungkapkan rasa syukur karena seluruh tahapan berjalan lancar dan demokratis.
“Alhamdulillah, tidak ada kampanye, tidak ada uang. Semua murni kesadaran warga sebagai satu keluarga besar RT 03 RW 10,” katanya seraya menyampaikan permohonan maaf atas kekurangan selama menjabat.
Tokoh masyarakat setempat, Ndan Ujang, menilai pemilihan ini menjadi contoh kedewasaan berdemokrasi di tingkat lingkungan.
“Ini bukti bahwa demokrasi bersih masih ada. Warga memilih berdasarkan kepercayaan, bukan transaksi,” ujarnya.
Edi Santoso yang terpilih sebagai Ketua RT 003 RW 010 masa bakti 2026–2029 menyampaikan terima kasih atas kepercayaan warga.
“Mudah-mudahan saya bisa menjalankan amanah ini dengan baik. Mohon dukungan dan kerja sama dari seluruh warga,” ucapnya.
Serah terima jabatan direncanakan bertepatan dengan kegiatan halal bihalal warga pada April 2026. Dari gang kecil di Griya Satria Bantarsoka, sebuah pesan besar mengemuka: demokrasi yang jujur, sunyi, dan partisipatif masih tumbuh, dijaga oleh rasa saling percaya dan kebersamaan.
