Percepatan Pembangunan Jembatan Pulau Laut – Kotabaru Diteken, Gubernur Muhidin Berharap 2028 Selesai

by
1 April 2026
Penandatanganan Kontrak Pembangunan Jembatan Pulau Laut - Kabupaten Kotabaru (Tahun Jamak) digelar di Aula Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel di Banjarbaru, Senin (30/3/2026). (foto: adpim)

NEWSWAY.CO.ID, KALSEL – Pembangunan Jembatan Pulau Laut – Kabupaten Kotabaru diharapkan selesai pada tahun 2028. Hal itu disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan Haji Muhidin pada prosesi penandatanganan Kontrak Pembangunan Jembatan Pulau Laut – Kabupaten Kotabaru (Tahun Jamak) digelar di Aula Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel di Banjarbaru, Senin (30/3/2026).

Selain Gubernur Muhidin, penandatanganan kontrak yang dilakukan antara Bambang Asmoro dan Yusdiantoro selaku kuasa Kerjasama Operasi (KSO)  dengan Kepala Dinas PUPR Kalsel  Muhammad Yasin Toyib selaku pengguna anggaran dalam upaya percepatan pembangunan jembatan senilai Rp5,9 triliun tersebut juga disaksikan Ketua DPRD Kalsel H Supian HK dan Sekdaprov Muhammad Syarifuddin.

~ Advertisements ~

Proyek ini terlaksana atas kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru yang turut berpartisipasi dalam penyertaan biaya masing-masing Rp100 miliar melalui APBD setempat. Muhidin mengapresiasi atas kehadiran Bupati Tanbu Andi Rudi Latif dan Bupati Kotabaru  Muhammad Rusli sebagai bentuk komitmen ikut  menyelesaikan proyek strategis nasional ini.

Gubernur Muhidin meminta pihak pelaksana proyek atau kontraktor, segera melakukan pengerjaan, sehingga serapan anggaran lebih cepat. “Diharapkan tahun 2028 jembatan penghubung ini benar-benar bisa dimanfaatkan masyarakat Kalsel,” ujarnya.

~ Advertisements ~

Muhidin menekankan, bahwa kelanjutan pembangunan jembatan penghubung ini adalah program visi misi pihaknya bersama Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman.

Turut pula menyaksikan penandatanganan proyek ini, Direktur Jenderal Bina Marga Pekerjaan Umum, Rakhman Taufik, Bupati Tanbu Andi Rudi Latif dan Bupati Kotabaru  Muhammad Rusli, Tim Ahli Gubernur Kalsel, pejabat lingkup Pemprov Kalsel dan pihak terkait lainnya.

~ Advertisements ~
~ Advertisements ~

“Jembatan penghubung yang ditargetkan rampung 2028 ini bakal meningkatkan konektivitas antardaerah di Kalsel, mempercepat arus logistik, dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” jelas Muhidin.

~ Advertisements ~

Total panjang jembatan sekitar 3.750 meter itu memiliki bentang utama cable stayed sepanjang 350 meter dan lebar 24 meter. Pembangunan bentang tengah mendapat kucuran dana dari pemerintah pusat sebesar Rp3 triliun, didukung APBD Provinsi dan Kabupaten.

~ Advertisements ~

Pengerjaan dilakukan bertahap (per Januari 2026 mulai pengerjaan fisik) dan ditargetkan selesai 2028 dengan melibatkan sejumlah kontraktor besar,  yakni PT Adhi WSKT KSO (2025-2028), PT Hutama Karya (2025-2026), PT Pembangunan Perumahan (2025-2026), PT Asri Praya KSO (2024-2025), PT Pandji Bangun Persada (2024-2025), dan PT Adhi Karya (2015-2017). Adapun pihak perencana, dilakukan PT Pemetaan Engineering System KSO, PT Anugerah Kridpradana, dan PT Widyadaya Bandaran.

Pada kesempatan yang samaMuhidin juga menyebut proyek lain dalam visi misinya yakni kawasan ekonomi khusus (KEK), Stadion Internasional yang terpadu  dengan kawasan hutan lindung, dan jalan poros sekitar 30 kilometer yang menghubungkan Banjarbaru ke  kawasan Banua Anam.(adpim)

~ Advertisements ~

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog