NEWSWAY.CO.ID, PULANG PISAU – Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar rapat supervisi dalam rangka menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Tengah tahun 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di ruang rapat Bupati Pulang Pisau, Rabu (1/4/2026).
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Pulang Pisau, Herman Wibowo, menyampaikan bahwa berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Kalimantan Tengah akan mengalami musim kemarau panjang yang cenderung sangat kering mulai Mei mendatang.

“Untuk itu BPBD Pulang Pisau melakukan rapat ini untuk bersama-sama melakukan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan yang kemungkinan besar terjadi pada musim kemarau,” ujar Herman.
Ia menjelaskan, informasi dari BPBD Provinsi Kalimantan Tengah melalui bidang kedaruratan dan logistik menyebutkan bahwa awal musim kemarau diperkirakan dimulai pada pertengahan hingga akhir Mei 2026. Daerah yang lebih dulu terdampak antara lain Kabupaten Kapuas, Kabupaten Pulang Pisau, dan Kabupaten Katingan.

“Jika mengacu pada dasarian ketiga atau 10 hari terakhir bulan Mei, sekitar tanggal 20 Mei, tiga wilayah yakni Katingan, Pulang Pisau, dan Kapuas sudah mulai memasuki musim kemarau dan berpotensi terjadi karhutla,” jelasnya.
Lebih lanjut, Herman mengatakan pihaknya masih akan berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Kalimantan Tengah untuk memetakan titik-titik rawan karhutla di wilayah Pulang Pisau. Selain itu, BPBD juga akan melakukan komparasi dengan data kejadian karhutla pada tahun 2023 sebagai acuan mitigasi.


“Kami akan membuka data tahun 2023, kemudian melakukan konturasi dan mitigasi untuk menentukan langkah-langkah pencegahan yang lebih tepat,” tambahnya.

Dalam rapat tersebut, Sekretaris Daerah Pulang Pisau Tony Harisinta juga memberikan arahan agar desa-desa yang berpotensi rawan karhutla segera menggelar pertemuan lintas sektor dengan melibatkan camat, kapolsek, serta babinsa dan bhabinkamtibmas guna meningkatkan kewaspadaan.

“Langkah-langkah ini diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di tahun 2026,” tutup Herman.
Selain itu, fenomena El Nino yang diperkirakan cukup kuat bahkan disebut sebagai “El Nino Godzilla” juga menjadi perhatian, karena berpotensi menyebabkan musim kemarau datang lebih awal, berlangsung lebih lama, dan dengan tingkat kekeringan yang lebih ekstrem.(nw)

