NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Nuansa religius yang mendalam menyelimuti kawasan kubah dan Musala Raudhatul Anwar, Desa Melayu Ilir, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Jumat (3/4/2026) malam.
Ribuan jemaah memadati lokasi untuk menghadiri puncak haul ke-88 ulama kharismatik Banua, Syekh Muhammad Kasyful Anwar.

Sejak sore hingga malam hari, arus jemaah terus berdatangan dari berbagai daerah. Mereka berkumpul dengan satu tujuan, yakni mengikuti rangkaian haul sekaligus memanjatkan doa demi meraih keberkahan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al Habsyi, sejumlah habaib, ulama, serta tokoh agama. Tampak pula mantan Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Arifin yang ikut larut dalam kekhusyukan bersama para jemaah.

Rangkaian acara dimulai dengan Salat Magrib berjamaah, dilanjutkan pembacaan Surah Yasin, selawat, hingga dalail khairat yang dipimpin para tuan guru. Suasana semakin terasa syahdu ketika lantunan doa dan zikir menggema di seluruh kawasan.
Memasuki malam hari usai salat Isya, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan maulid yang dipimpin Tuan Guru Hakim. Irama syair yang dilantunkan menghadirkan ketenangan dan kekhidmatan yang mendalam di tengah lautan jemaah.


Dalam tausiyahnya, Ilham Humaidi mengingatkan pentingnya memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT dan Rasulullah SAW sebagai kunci ketenangan hidup.

“Ketenteraman sejati hanya didapat ketika seorang hamba dekat dengan Allah dan senantiasa berselawat kepada Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh jemaah untuk memperbanyak istigfar dan selawat sebagai bekal kehidupan akhirat, serta meneladani sunah Nabi, mencintai ahlul bait, dan mengikuti para ulama.
Tak hanya diisi rangkaian ibadah, momentum haul juga diwarnai prosesi akad nikah Miftahul Jannah, putri Tuan Guru Abdul Hakim, dengan Muhammad Jefri. Momen tersebut semakin menambah makna kebersamaan dan keberkahan dalam peringatan haul tahun ini.

Dengan suasana penuh kekhidmatan, haul ke-88 ini kembali menjadi bukti kuatnya tradisi religius masyarakat Banjar dalam menjaga warisan ulama serta mempererat ikatan spiritual antar sesama.(nw)
