NEWSWAY.CO.ID, JAWA TENGAH – Dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Pati ke 703, Pemerintah Kabupaten Pati bersama Kemenparekraf, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah secara resmi membuka Pekan Kreasi Pati dan Jateng Creative Forum 2026 di Pendopo Kabupaten Pati, pada Senin, 3 Agustus 2026.
Dengan tema “SATU VISI, SATU ENERGI, SATU KARYA” Jateng Creative Forum, diharapkan bukan hanya ajang temu komunitas, tetapi juga ruang persiapan penting antar lembaga atau institusi dengan membawa tiga pesan utama pengentasan kemiskinan melalui ekonomi kreatif yaitu Kreativitas Adalah Ide Yang Bergerak, Kolaborasi Adalah Kekuatan Yang Menghubungkan dan Inovasi Adalah Langkah Menuju Masa Depan.
Plt Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Kementrian Ekraf, Agus Asahi menyampaikan bahwa penguatan 21 subsektor ekonomi kreatif tidak cukup hanya dengan semangat berwirausaha.
“Diperlukan peningkatan kapasitas, pemanfaatan teknologi digital, perluasan akses pasar, serta sinergi pemerintah, komunitas, dan dunia usaha,”ujarnya.
Kabid Ekonomi Kreatif Disporabudpar Provinsi Jawa Tengah, Sarido Maksudi menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memberi ruang bagi pelaku Ekraf.
“Jateng Creative Forum 2026 menjadi momentum penting memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Kabupaten dan Kota. Kami dorong lahirnya inovasi, peningkatan kreativitas, serta kolaborasi agar produk lokal memiliki daya saing di pasar regional maupun nasional,” ujarnya.
Ia juga mengatakan selain Jateng Creative Forum 2026 juga digelar Panggung Produk Unggulan Daerah yang dilaksanakan pada 3 – 5 Agustus 2026 di Alun-Alun Kabupaten Pati, dengan tema “PEKAN KREASI PATI”.
“Kegiatan tersebut diharap menjadi ajang strategis untuk memperkenalkan potensi unggulan daerah serta menghadirkan inovasi dan kreativitas produk Ekraf,”tembahnya.
Pemerintah Kabupaten Pati juga menhgarapkan ajang pameran menjadi ruang memperkuat kapasitas pelaku melalui pelatihan dan pendampingan, membangun kolaborasi berkelanjutan dan memperluas promosi, pemasaran, dan daya saing hingga pasar nasional-internasional.
“Kehadiran unsur pemerintah, komunitas, pelaku EKRAF, dan masyarakat menjadi bukti kuatnya komitmen bersama memajukan ekonomi kreatif di Kabupaten Pati,”tegasnya.
Sarido Maksudi juga menjelaskan dalan kegiatan Jateng Creative Forum juga dijadikan momentum strategis untuk membahas tantangan besar pengentasan kemiskinan di Jawa Tengah.
Pasalnya berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Indonesia masih mencapai 22,93 juta orang, dengan lebih dari separuhnya berada di Pulau Jawa.
“Jawa Tengah menjadi provinsi dengan jumlah penduduk miskin terbanyak secara absolut. 10 Kabupaten dan Kota dengan penduduk miskin terbanyak di Jateng yaitu, Brebes : 257,29 ribu, Banyumas : 194,87 ribu, Pemalang : 173,38 ribu, Cilacap : 164,22 ribu, Kebumen : 162,54 ribu, Grobogan : 148,10 ribu, Magelang : 132,21 ribu, Demak : 131,47 ribu, Klaten : 129,68 ribu, Banjarnegara : 124,66 ribu,”bebernya.
Meski tren kemiskinan nasional menurun, menurutnya konsentrasi kemiskinan di Jateng menjadi pekerjaan rumah bersama agar pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan hingga lapisan paling bawah.
“Dengen berkembangnya industri Ekonomi Kreatif berherap kedepan kemiskinan di Jawa Tengah akan bisa ditekan,”pungkasnya. (nw)
Reporter : Suho
