Lapas Kotabaru Raih Predikat Pelaksana Razia Terbanyak, Perangi Narkoba dan HP Ilegal

by
14 April 2026
Kepala Lapas Kotabaru, Doni Hardiansyah ( Foto Rizal/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, KOTABARU – Komitmen untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkoba dan penggunaan ponsel ilegal terus diperkuat oleh Lapas Kelas IIA Kotabaru. Di bawah kepemimpinan Doni Hardiansyah, instansi ini melakukan pendekatan ganda, pengawasan keamanan yang sangat ketat dan inovasi pembinaan kemandirian bagi warga binaan.

Kepala Lapas Kotabaru, Doni Hardiansyah, menegaskan bahwa integritas jajarannya adalah harga mati. Hasilnya pun mulai terlihat nyata. Doni mengungkapkan bahwa pihaknya baru-baru ini berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba ke dalam lingkungan lapas.

“Alhamdulillah, berkat kewaspadaan petugas, kami berhasil memutus rantai penyelundupan. Bahkan, Lapas Kotabaru kini tercatat sebagai salah satu lapas dengan frekuensi razia terbanyak di Indonesia,” ujar Doni saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (13/4/26).

Sistem pengamanan dilakukan secara berlapis, mulai dari pemeriksaan ketat di pintu utama hingga penggeledahan rutin di blok hunian. Sosialisasi persuasif juga terus dijalankan agar warga binaan memahami konsekuensi dari kepemilikan barang terlarang.

Selain penindakan, Lapas Kotabaru juga fokus pada pembinaan karakter dan kemandirian warga binaan. Tahun ini, program pelatihan keterampilan baru digelar bekerja sama dengan Dinas Koperasi, berupa pelatihan kuliner seperti pembuatan roti, donat, dan produk makanan lainnya.

“Kalau sebelumnya kami fokus pada hidroponik dan perikanan, kini kami kembangkan keterampilan boga agar warga binaan memiliki bekal nyata saat kembali ke masyarakat,” jelas Doni.

Doni menekankan bahwa seluruh program pembinaan diarahkan untuk membangun karakter warga binaan agar menjauhi narkoba. Pembinaan kerohanian, kemandirian, hingga rehabilitasi sosial menjadi sarana penting.

“Kami pasang banner besar berisi pesan tegas dari Menteri, agar setiap warga binaan selalu diingatkan untuk tidak mencoba-coba narkoba,” tambahnya.

Sebagai Kalapas, Doni menekankan pentingnya soliditas SDM. “Petugas harus disiplin tanpa harus diawasi. Kalau SDM sudah kompak dan solid, pembinaan terhadap warga binaan akan berjalan lebih baik. Prestasi yang kami raih adalah bukti dari tim yang solid,” tegasnya

Namun, di tengah berbagai prestasi tersebut, Doni mengakui adanya kendala klasik, kapasitas dan kondisi gedung.

“Secara fungsi dan pelaksanaan tugas, kami sudah berada di jalur yang ideal. Namun, tantangan terbesarnya adalah keterbatasan fasilitas gedung. Kami terus menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah terkait rencana relokasi ke lokasi baru,” pungkasnya.

Dengan relokasi tersebut, Doni berharap Lapas Kotabaru dapat menjadi role model nasional sebagai lembaga pemasyarakatan yang tidak hanya tegas terhadap narkoba, tetapi juga humanis dalam proses rehabilitasi.(nw)

Reporter: Rizal

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog