NEWSWAY.CO.ID, JAWA TENGAH – Sarido Maksudi S. Tr. IP, M. Si, Kabid Ekraf Disbudparekraf Provinsi Jawa Tengah mendorong para Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pegiat, dan pelaku ekonomi kreatif di wilayah untuk terus menciptakan terobosan-terobosan yang mampu membuka lapangan kerja baru.
Hal itu disampaikannya dalam acara rapat dengar pendapat yang diselenggarakan di gedung Disbudparekraf Provinsi Jawa Tengah dan melalui saluran daring pada Selasa (11/05/2026).
Ia menilai, hal itu dapat diwujudkan jika para OPD, pegiat, dan pelaku ekonomi kreatif mampu memberikan manfaat bagi banyak orang.

“Ekonomi kreatif ini bisa tumbuh kembang untuk dirinya sendiri maupun orang lain. Ini tidak hanya dimiliki oleh anak muda, tetapi seluruh lapisan masyarakat,” ucapnya saat di konfirmasi Awak Media newsway.co.id.
Apalagi, Jawa Tengah sudah dibekali Perda serta Pergub terkait Ekraf dan Lembaga Komite yang sudah terbentuk. Jawa Tengah juga menjadi salah satu provinsi tujuan investasi. Maka dari itu, peluangnya perlu terus diperkuat, salah satunya dengan mendorong pengembangan ekonomi kreatif.
Sama halnya di tengah kondisi geopolitik yang berpengaruh terhadap perekonomian setiap negara, termasuk sektor perbankan dan dunia usaha. Kondisi itu menuntut Komite Ekonomi Kreatif Jateng, pegiat dan pelaku ekonomi kreatif untuk terus berkontribusi menjadi mitra Pemerintah Daerah.
“Oleh karena itu, para OPD, Pegiat, dan Pelaku Ekraf yang ada di wilayah Jawa Tengah harus mampu mencari terobosan baru. Kreativitas dari para pegiat dan pelaku ekonomi kreatif harus kita dorong agar bisa tetap eksis,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, ia mengapresiasi langkah Komite Ekonomi Kreatif Jawa Tengah yang selama ini mengkawal program program strategis. Menurutnya, Komite Ekonomi Kreatif Jawa Tengah menjadi bagian dari semangat kinerja para OPD dalam mengembangkan 17 sub sektor ekonomi kreatif.
Bambang Supradono, Wakil Ketua Komite Ekonomi Kreatif Jawa Tengah, mengatakan, Komite Ekonomi Kreatif lahir dari kesadaran akan tanggung jawab menciptakan ekosistem ekraf di daerah agar mampu menciptakan lapangan kerja terutama usai produktif di Jawa Tengah yang sedang mengalami bonus demografi.
“Komite Ekonomi Kreatif bukan hanya mengedukasi segi ekonomi, tetapi juga bisa menumbuhkan jiwa-jiwa sosial untuk memberikan dampak di lingkungan sekitar,” ucapnya.
Ia menegaskan, para pengurus Komite Ekonomi Kreatif Jateng dan Kabupaten Kota tidak akan berhenti hanya sebagai pelaku ekraf. Aksi dan Karya Kerja Nyata “Jateng Creative Festival”, “Semarak KaTa Kreatif” yang sudah dilakukan tidak hanya berpusat di Kota Semarang, tetapi juga menjangkau daerah lain, seperti Banyumas, Magelang, Wonosobo, dan dalam waktu dekat ini akan diselenggarakan di Kabupaten Pati, juga wilayah lain.
Jateng juga masuk di bursa tuan rumah penyelenggaraan kongres Indonesia Creative Cities Network (ICCN), serta Indonesia Creative Cities Festival (ICCF 2026) yang sekaligus menjadi ruang temu lintas kepentingan.(nw)
Reporter: Suho
Guna memperluas dampak program, Komite Ekonomi Kreatif Jateng membuka kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk UT Solo Raya organisasi perangkat daerah (OPD), komunitas, dunia usaha, dan para pemangku kepentingan.(nw)
