Dinsos Banjarbaru Rawat PPKS Asal Jawa Timur, Dari Pengobatan Sampai Urusan Mandi dan Makan

25 Juni 2026
Petugas Dinas Sosial Kota Banjarbaru saat melakukan evakuasi Jhon Robert dari Rd Idaman ke Rumah Singgah. (Foto : Dinsos/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU  – Pemerintah Kota Banjarbaru tidak pandang bulu dalam menangani Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), salah satunya adalah yang dilakukan oleh Dinas Sosial Kota Banjarbaru yang menampung Jhon Robert, warga asal Jawa Timur yang sebelumnya tinggal di salah satu pondok pesantren di Kota Banjarbaru.

Kepala Dinas Sosial Kota Banjarbaru melalui Kasi Rehabilitasi Sosial Anak Korban Penyalahgunaan Napza dan Rehabilitasi Tuna sosial, Wida Dewayana menjelaskan meski secara mental berada dalam kondisi sehat, Jhon Robert mengalami sejumlah masalah kesehatan yang membuatnya kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari.

Ia diketahui menderita saraf terjepit dan diabetes sehingga membutuhkan perawatan khusus, dalam proses perawatan, pihaknya bersama pengelola pondok pesantren telah berupaya menghubungi keluarga Jhon Robert di Jawa Timur.

~ Advertisements ~

Namun berdasarkan informasi yang diterima, keluarga tidak lagi bersedia menerima yang bersangkutan.

“Dari hasil komunikasi dengan mantan istri dan keluarga, yang bersangkutan tidak diterima lagi. Informasinya karena memiliki riwayat penyalahgunaan narkoba serta pernah melakukan kekerasan dalam rumah tangga terhadap mantan istrinya,” ujar Wida Dewayana, Selasa (24/06/2026).

Sejak berada dalam penanganan Dinas Sosial Banjarbaru, berbagai kebutuhan dasar Jhon Robert dipenuhi. Selain mendapatkan perawatan harian, ia juga memperoleh pengobatan dari RSUD Idaman Banjarbaru.

Karena kondisi fisiknya yang terbatas, petugas Dinas Sosial bahkan membantu kebutuhan personal sehari-hari, termasuk memandikan yang bersangkutan.

“Perawatan terus kami lakukan. Obat-obatan juga diberikan sesuai anjuran dari RSUD Idaman. Untuk aktivitas sehari-hari, termasuk mandi, masih harus dibantu karena kondisi fisiknya tidak memungkinkan untuk melakukannya sendiri,” jelasnya.

Dinas Sosial Banjarbaru juga telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan terkait upaya pemulangan Jhon Robert ke daerah asalnya. Namun hasil koordinasi menunjukkan anggaran yang tersedia hanya untuk kepulangan mandiri menggunakan kapal laut tanpa pendamping.

“Kendala yang dihadapi adalah tidak adanya anggaran pendampingan selama perjalanan. Sementara kondisi kesehatan yang bersangkutan memerlukan perhatian khusus,” katanya.

Berbagai upaya kemudian dilakukan dengan berkomunikasi kepada Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur guna mencari solusi terbaik.

“Namun pihak Dinas Sosial Jawa Timur menyampaikan hanya dapat melakukan penjemputan setelah Jhon Robert tiba di wilayah Jawa Timur, baik di pelabuhan maupun bandara,” terangnya.

Tidak hanya itu, kasus tersebut juga telah dikonsultasikan kepada Sentra Budi Luhur, asilnya, Jhon Robert berpeluang mendapatkan layanan penampungan sementara selama tiga bulan dengan syarat terlebih dahulu mengurus dokumen desil kesejahteraan sosial melalui Dinas Sosial Surabaya.

“Saat ini kami masih terus berupaya mencari solusi terbaik terkait penanganan dan pemulangan Jhon Robert dengan melibatkan berbagai pihak, sehingga yang bersangkutan dapat memperoleh pelayanan sosial dan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhannya.*(nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog