NEWSWAY.CO.ID, KOTABARU – SMPN 1 Kotabaru terus berupaya memperkuat kesadaran lingkungan dan budaya pengelolaan sampah di kalangan siswa, melalui gerakan BAPILAH (Budaya Pilah dan Tanggung Jawab Sampah). Pihak sekolah berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotabaru membangun kesadaran kritis sekaligus mengubah perilaku pengelolaan sampah di lingkungan sekolah maupun rumah siswa.
Meskipun para siswa secara umum sudah memahami cara membuang sampah, tantangan terbesar yang dihadapi pihak sekolah saat ini adalah membiasakan siswa untuk memilah sampah secara tepat sesuai jenisnya.
Kepala Sekolah SMPN 1 Kotabaru, Rudiansyah, menjelaskan pihaknya terus berupaya menghadirkan langkah konkret untuk mengatasi kendala tersebut.
Salah satu strategi utama yang diterapkan adalah melibatkan pihak sekolah secara menyeluruh, termasuk para peran wali kelas untuk mengontrol kebersihan kelas serta mendukung mata pelajaran seni budaya.
“Guru mata pelajaran seni budaya kita libatkan untuk mengarahkan siswa memilih sampah yang bisa digunakan, lalu dibuatkan praktiknya menjadi barang kerajinan,” ujar Rudiansyah, Kamis (13/8/26).
Berbagai hasil karya daur ulang dari sampah plastik, kertas, hingga kulit kerang bahkan telah dipamerkan di galeri sekolah dalam bentuk berbagai macam kerajinan tangan.
Selain daur ulang sampah non-organik, pihak sekolah juga mengelola sisa makanan atau sampah buah dari siswa untuk diolah menjadi pupuk, baik berupa pupuk cair maupun pupuk organik, yang kemudian dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman di area rumah hijau sekolah.
Untuk memastikan pesan kepedulian lingkungan ini benar-benar diterapkan dalam keseharian siswa, pihak sekolah menggelar program kompetisi antarkelas.
“Rencana kita memanfaatkan lomba kebersihan kelas. Penilaian sampah ini berlangsung hingga bulan September,” tambahnya.
Meski pengawasan sempat menemui kendala karena kebiasaan awal siswa yang kerap mencampur sampah, Rudiansyah melihat adanya perubahan positif. Volume sampah di sekolah mulai berkurang seiring meningkatnya kesadaran siswa dalam memperlakukan sampah dengan lebih bijak.
Melalui sosialisasi dan penekanan yang konsisten ini, pihak sekolah berharap kebiasaan baik dalam memilah dan mengelola sampah tidak hanya berhenti di lingkungan sekolah, tetapi juga dapat dibawa oleh para siswa ke lingkungan keluarga dan masyarakat luas demi terciptanya budaya hidup bersih yang berkelanjutan.(nw)
Reporter: Rizal
