Kemarau Berkepanjangan, Satbinmas Polres Banjarbaru Mapping Warga Terdampak Kekeringan

12 Agustus 2026
Kasat Binmas Polres Banjarbaru, AKP Salahuddin Kurdi.(Foto : Humas Polres/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Satuan Binmas (Satbinmas) Polres Banjarbaru memberikan atensi khusus dalam menangani dampak musim kemarau yang melanda wilayah Kota Banjarbaru.

Selain mendistribusikan bantuan air bersih secara masif, Polres Banjarbaru mengerahkan personel Bhabinkamtibmas dan Babinsa untuk memetakan (mapping) warga terdampak serta mengantisipasi potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Kasat Binmas Polres Banjarbaru, AKP Salahuddin Kurdi, menjelaskan bahwa langkah cepat ini diambil menindaklanjuti prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi kekeringan yang diperkirakan berlangsung selama dua bulan.

“Pimpinan memberikan atensi khusus kepada Satbinmas dan khususnya para Bhabinkamtibmas agar melakukan mendata dan mapping warga yang terdampak kekeringan. Data tersebut diperbarui dan dilaporkan setiap harinya ke Polres Banjarbaru, Polsek setempat, hingga diteruskan ke Mabes Polri,” ujar AKP Salahuddin Kurdi saat diwawancarai, Senin (10/8/2026).

 Distribusi Air Bersih dan Edukasi Cegah Karhutla

Sebagai aksi nyata di lapangan, Satbinmas Polres Banjarbaru berkolaborasi dengan jajaran TNI melalui Babinsa untuk membagikan air bersih secara masif kepada pemukiman warga yang mengalami krisis air.

Tak hanya persoalan krisis air, fenomena kemarau juga membawa ancaman kabut asap akibat Karhutla.

Menanggapi hal tersebut, Satbinmas Polres Banjarbaru gencar melakukan edukasi dan penyuluhan massal kepada masyarakat luas, pelajar di sekolah-sekolah, hingga komunitas lokal.

Masyarakat diimbau untuk menjaga lingkungan dan tidak melakukan tindakan berisiko, seperti membuang puntung rokok sembarangan. Warga juga diminta segera melaporkan jika menemukan titik api (hotspot).

“Kami minta jika ada titik api segera dilaporkan, jangan didiamkan. Sekarang komunikasi lewat media sosial sudah sangat cepat. Sangat naif jika kita tidak melapor lalu terjadi kebakaran massal yang dampaknya sangat luas, baik secara hukum, sosial, maupun lingkungan,” tegas Kasat Binmas.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, TNI-Polri, dan stakeholder terkait untuk saling bahu-membahu menjaga situasi Banjarbaru tetap aman, kondusif, dan aktivitas ekonomi warga dapat terus berjalan.

Sementara itu, Kapolsek Banjarbaru Utara, AKP Yuwono yang juga turun ke lapangan menegaskan bahwa jajaran Polsek Banjarbaru Utara melalui Bhabinkamtibmas selalu memantau perkembangan kondisi kekeringan di setiap wilayah.

“Alhamdulillah, kami selalu koordinasi, jadi dampak kekeringan ini mkemang sangat terasa bagi masyarakat yang dataran tinggi. Petugas kami di lapangan siap memetakan daerah-daerah yang kekurangan air bersih sebagai acuan untuk dibantu, khusunya di wilayah hukum kami,” ucapnya.

Dampak kekeringan yang berlangsung lebih dari satu bulan ini dirasakan langsung oleh masyarakat. Yono, salah satu warga terdampak, mengaku harus memutar otak untuk memenuhi kebutuhan air harian keluarganya.

“Sudah satu bulan lebih terdampak kekeringan. Biasanya kami menunggu bantuan air bersih. Kalau bantuan habis, kami terpaksa mengambil air dari sungai atau membeli air isi ulang untuk kebutuhan memasak dan mandi,” tutur Yono.

Melalui pendataan harian dan aksi penyaluran bantuan yang terus berjalan, Polres Banjarbaru berharap dapat meringankan beban masyarakat terdampak sekaligus menekan risiko bencana Karhutla di wilayah hukum Polres Banjarbaru.(nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog